alexametrics

Pria Penganggur Curi Motor untuk Nafkahi Pengamen

28 Desember 2018, 06:30:34 WIB

JawaPos.com – Mencuri motor seperti sudah menjadi mata pencaharian bagi Fahruddin, 33. Susah mencari kerja pun menjadi alasan baginya. Ketika dirinya mendapat hasil curian, dengan cepat ia jual agar bisa mendapat uang. Hasil penjualan, ia gunakan untuk menghidupi pengamen di Bontang.

“Karena tidak ada kerjaan, makanya curi motor. Kalau di Bontang baru 8 motor saja,” aku Fahruddin dikutip dari Bontang Post (Jawa Pos Group), Jumat (28/12).

Fahruddin merupakan warga Samarinda. Ia belum lama tinggal di Bontang dan sering berpindah-pindah. Sempat mengontrak dan tinggal di Jalan Arif Rahman Hakim, kemudian pindah ke Rawa Indah.

Aksi pencuriannya pun ia lakukan tak jauh dari tempat tinggalnya. “Kalau lagi jalan lihat ada motor tergantung kuncinya langsung saya bawa, lalu saya jual ke Samarinda,” ujarnya.

Motor yang ia curi, biasanya dihargai Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta. Uang tersebut lantas ia gunakan untuk kebutuhan makan sehari-harinya bersama anak-anak pengamen yang ia ajak tinggal di rumahnya.

Sementara dengan istri dan anak kandungnya, Fahruddin tak lagi tinggal bersama. “Mereka (pengamen, Red.) saya ajak tinggal sama saya, jadi uangnya habis dipake makan sama mereka. Kalau ada yang mau sekolah juga saya sekolahkan,” terang dia.

Kepada media Fahruddin mengaku belum pernah dipenjara akibat maling motor. Ia justru pernah dipenjara akibat kasus kecelakaan lalu lintas. Makanya Fahruddin mengaku menyesal setelah dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Bontang.

“Saya juga ingin menyampaikan permintaan maaf kepada orang-orang yang sudah saya rugikan karena motornya dicuri,” kata Fahruddin.

“Tadinya, saya ke Bontang mau cari kerja, tapi tidak dapat. Mau jualan sayuran lagi juga tapi tidak ada modal,” sambungnya.

Atas perbuatannya, Fahruddin diduga melanggar Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : (jpg/est/JPC)

Pria Penganggur Curi Motor untuk Nafkahi Pengamen