Mal di Palembang Tingkatkan Prokes Cegah Penambahan Kasus Covid-19

28 November 2022, 06:56:27 WIB

JawaPos.com–Sejumlah pusat perbelanjaan atau mal di Kota Palembang, kembali meningkatkan protokol kesehatan (prokes). Itu dilakukan untuk mencegah penambahan kasus positif Covid-19 yang sejak Oktober angkanya terdeteksi bergerak naik.

Pengelola pusat perbelanjaan Palembang Trade Center (PTC) menyatakan, berdasar kondisi sekarang serta sesuai arahan manajemen mal dan dinas kesehatan, penerapan prokes yang dilakukan selama ini lebih diperketat. Pengunjung yang akan memasuki gedung mal, kembali diwajibkan mencuci tangan, memakai masker, dan mengecek suhu tubuh.

”Sebelumnya sempat dikendorkan karena kondisi kasus Covid-19 bisa dikendalikan dengan baik,” ujar Petugas keamanan pusat perbelanjaan Palembang Trade Center (PTC) Rahmad.

Penerapan prokes di mal tersebut cukup efektif mencegah klaster penularan Covid-19. Sehingga, ketika terjadi penambahan kasus tersebut akhir-akhir ini, pihaknya kembali menerapkan prokes secara ketat.

”Penerapan prokes di mal PTC berjalan baik dan mendapat dukungan dari pengelola dan karyawan pertokoan, serta pengunjung,” ujar Rahmad.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2P) Dinkes Palembang Yudhi Setiawan meminta pengelola pusat perbelanjaan modern di Ibu kota Provinsi Sumatera Selatan itu memperketat protokol kesehatan. Hal itu sebagai antisipasi lonjakan kasus Covid-19 yang akhir-akhir ini mengalami peningkatan.

”Protokol kesehatan seperti menggunakan masker, pengecekan suhu tubuh pengunjung, cuci tangan, dan jaga jarak, yang sempat longgar perlu diterapkan lebih ketat dalam masa penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1 sekarang ini,” papar Yudhi.

Untuk melakukan pengawasan penerapan prokes di lapangan, lanjut dia, tim Dinkes Palembang bersama Satpol PP dan instansi terkait turun ke pusat perbelanjaan dan pusat keramaian masyarakat lainnya.

”Dengan penerapan prokes secara ketat diharapkan kasus penambahan positif Covid-19 bisa dihentikan dan penerapan PPKM bisa dicabut,” ucap Yudhi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads