alexametrics

Pemprov Jabar Tetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Banjir di Garut

28 November 2021, 20:19:12 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Jawa Barat tetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari untuk menangani daerah yang terdampak bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening dan Karangtengah, Kabupaten Garut.

”Kita akan mengadakan tindakan tanggap darurat, yaitu membereskan dulu material yang menghalangi aktivitas masyarakat,” kata Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum seperti dilansir dari Antara di lokasi bencana banjir bandang di Kecamatan Sukawening, Garut, Minggu (28/11).

Dia menuturkan, pemerintah daerah langsung melakukan tindakan cepat setelah mendapatkan informasi bencana banjir bandang yang melanda pemukiman rumah penduduk di Garut, Sabtu (27/11) sore. Pemerintah provinsi maupun Kabupaten Garut, menetapkan status tanggap darurat dengan langkah awal membersihkan lingkungan yang terdampak banjir.

”Ini supaya aktivitas masyarakat tidak terganggu setelah banjir tersebut. Alhamdulillah sekarang sudah surut, tetapi saya juga harus menindaklanjuti apa dan bagaimana kejadian ini supaya yang pertama tanggap darurat, sehingga masyarakat bisa melaksanakan aktivitas sehari-hari,” terang Uu.

Dia menyampaikan, langkah selanjutnya dalam tanggap darurat yakni pengerukan dasar sungai maupun selokan kecil di lingkungan warga. Agar saluran air lancar sehingga tidak lagi banjir.

”Air datangnya begitu banyak dan cepat balik lagi karena penyempitan, ini minta disudet,” ujar Uu.

Selain lakukan langkah antisipasi banjir, Uu juga menyalurkan bantuan sembako dan uang tunai yang diberikan kepada pemerintah daerah untuk penanggulangan banjir bandang tersebut. ”Bantuan ada uang, kemudian ada sembako, dan yang lainnya diserahkan kepada pemerintah,” papar Uu.

Bencana banjir bandang menerjang pemukiman rumah warga di Sukawening dan Karangtengah akibat luapan sungai setelah hujan deras mengguyur wilayah Garut. Banjir itu tidak menyebabkan korban jiwa, hanya ratusan rumah warga terendam dan satu rumah rusak akibat tergerus arus banjir di Kecamatan Sukawening.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyatakan, banjir bandang itu, menggenangi rumah penduduk di Kecamatan Karangtengah sebanyak 190 rumah dan di Sukawening 112 rumah, kemudian satu unit rumah terbawa arus banjir.

Dia menyampaikan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi dan menindak tegas apabila ada pihak yang menyebabkan terjadinya banjir bandang tersebut.

”Ini tidak boleh ada akses yang terputus termasuk akses ke rumah. Sekarang masyarakat sedang bersih-bersih sama-sama dengan pemerintah, ya TNI, Polri,” ucap Helmi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads