JawaPos Radar

Palembang Dilanda Kabut, Jadwal Penerbangan Terganggu

28/09/2017, 07:46 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kabut Asap
ASAP: Jarak pandang 200 meter di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang mengakibatkan sejumlah penerbangan ditunda. (Kris Samiaji/Sumatera Ekspres)
Share this image

JawaPos.com - Masa transisi musim kemarau ke musim hujan membuat wilayah Palembang Sumatera Selatan (Sumsel) diselimuti kabut. Hal itu membuat jarak pandang hanya 200 meter.

Akibatnya aktivitas penerbangan pesawat di Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang kemarin jadi terganggu. Terlihat delapan pesawat mengalami penundaan dari skedul. "Tadi pagi (kemarin, Red) jarak pandang rendah, hanya 200 meter. Jadi, beberapa pesawat delay," tegas General Manager PT AP II Palembang Iskandar Hamid.

Misalnya, Garuda Indonesia GA 7132 tujuan Palembang-Bengkulu. Jadwal keberangkatan pukul 06.00 WIB, namun berangkat pukul 07.24 WIB. Jadwal penerbangan pesawat Batik Air ID 6871 dari Palembang ke Jakarta seharusnya pukul 06.00 WIB, tapi berangkat pukul 07.01 WIB.

kabut asap
ASAP: Jarak pandang 200 meter di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang yang mengakibatkan sejumlah penerbangan ditunda. (Kris Samiaji/Sumatera Ekspres)

"Visibility rendah, hanya berlangsung satu jam. Setelahnya, pesawat mulai beraktivitas," katanya.

Penerbangan delay lainnya, Garuda Indonesia GA 7114, tujuan Palembang-Jambi. Jadwal keberangkatan pukul 08.55, tertunda berangkat pukul 10.03 WIB.

Untuk delay kedatangan pesawat, Nam Air IN 082 dari Jakarta seharusnya landing pukul 07.45 WIB, mundur tiba pukul 10.26 WIB dan Citilink 820 dari Jakarta, mestinya landing pukul 07.50, landing pukul 09.08 WIB. "Kejadian itu memang membuat penumpang menunggu. Syukur mereka mau menunggu karena ini cuaca buruk," tutur Iskandar.

District Manager Citilink Palembang Bachtiar membenarkan adanya delay karena kabut yang menyelimuti udara Palembang kemarin pagi. Delay dilakukan demi menjaga keselamatan penumpang. "Kami menunggu cuaca benar-benar bagus untuk terbang menuju Jakarta," ungkap Bachtiar.

Sebanyak 170 penumpang terpaksa menunda keberangkatannya. General Manager PT Garuda Indonesia Tbk Branch Office Palembang Wahyudi Kresna juga mengakui adanya pesawat Garuda yang delay karena kabut. "Yang delay Garuda dari Palembang menuju Bengkulu," katanya.

Delay hanya berlangsung sekitar 1 jam 15 menit. "Setelah itu, penerbangan untuk Garuda kembali normal," terang Wahyudi.

Kepala Seksi Informasi Stasiun Meteorologi BMKG Bandara SMB II Palembang Agus Santoso mengungkapkan, kabut yang terjadi kemarin pagi merupakan kabut embun. "Dengan jarak pandang yang tidak memenuhi standar, memang tidak boleh memaksakan penerbangan demi keselamatan penumpang," jelasnya.

Selama masa peralihan kemarau ke musim penghujan, kabut seperti kemarin masih akan sering terjadi. Bahaya kabut itu bukan hanya untuk penerbangan, tapi juga lalu lintas perairan dan daratan.

Perlu disosialisasikan jarak minimal jangkauan penglihatan untuk transportasi masing-masing. "Misalnya, kalau ken­daraan di darat, tidak boleh beroperasi jika jarak pandang hanya 10 meter. Yang lain seperti apa," imbuh Agus.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel Iriansyah mengungkapkan, kabut tebal yang menyelimuti Palembang kemarin murni kabut, bukan asap. Jarak pandang siang masih normal 10 ribu meter dan ISPU standar 45. "Jadi, masih bisa dibilang aman," jelasnya.

Secara terpisah, mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla), pihaknya sudah melakukan beberapa upaya. Contohnya, penyemaian garam untuk membuat hujan buatan. "Helikopter juga tetap stand by melakukan operasi udara dan water bombing," tandas Iriansyah. 

(qiw/yun/uni/c25/ami)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up