JawaPos Radar

Cerita Wanita Asal Jatim yang Jadi Korban Nikah Siri Oknum Pejabat

28/09/2017, 22:52 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Cerita Wanita Asal Jatim yang Jadi Korban Nikah Siri Oknum Pejabat
Ilustrasi (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Korban nikah siri dialami wanita asal Jawa Timur berinisial AMA. Dia dinikah siri oleh pria berinisial YTN, oknum pejabat eselon III di lingkungan Pemkab Kendal. Saat mengetahui AMA hamil, YTN tidak mau bertanggung jawab. AMA sudah pernah mendatangi rumah YTN, namun keluarganya meminta agar yang bersangkutan menggugurkan kandungannya.

AMA menceritakan, hubungannya dengan YTN terjalin sekitar tahun 2015. Saat itu dia bertemu dengan YTN di Kendal. Lama-kelamaan terjalin hubungan asmara meski YTN sudah berkeluarga. AMA bersedia menjalin hubungan dengan YTN.

AMA mengaku, YTN bercerita bahwa istrinya sudah pernah operasi kanker payudara sehingga tidak bisa menjalankan kewajiban sebagai istri. Atas dasar itu juga dia bersedia menjadi istri kedua.

AMA mengaku setelah hampir dua tahun berhubungan akhirnya mereka menikah siri pada 30 Juni di Malang, Jawa Timur, dengan disaksikan keluarganya. Kemudian mereka tinggal di Ngaliyan Semarang. Awalnya, mereka hidup bahagia sampai dia sudah berbadan dua dan bayi yang dikandungnya berusia dua bulan.

"YTN tau kalau saya hamil, saat ini sudah jalan dua bulan," terang dia dilansir dari Radar Pekalongan (Jawa Pos Group).

AMA mengungkapkan, hubungannya dengan YTN mulai retak ketika dia ada kegiatan bersama dengan salah satu temannya wanita di Jakarta. Menurutnya, saat itu YTN mengantarkannya ke Bandara dan tidak ada masalah apa-apa, akan tetapi setelah pulang dari Jakarta, YTN balik ke Kendal dan semua pakaiannya dibawa.

Selain itu, semua nomor dan keluarganya tidak bisa dihubungi. Bahkan, ada penghinaan yang ditujukan oleh kelurga YTN kepada AMA. Berbunyi, kalau ada uang, masalah perut beres. Padahal dia mengaku hanya menuntut tanggung jawab YTN. Tidak menuntut apa-apa.

"Karena semua nomor tak bisa dihubungi, saya lalu datangi rumahnya. Saat di rumahnya saya merasa dihina oleh kelurga YTN, tapi dia tidak membela saya," tukas dia.

Sementara Kuasa Hukum AMA, Sahroni dan Irton Tabroni, mengatakan, YTN diduga sudah menelantarkan AMA sehingga kliennya mencari keadilan. "Klien kami hanya nuntut keadilan, karena merasa sudah ditelantarkan YTN," kata dia. (nur)

(yuz/jpg/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up