JawaPos Radar

Reaktivasi Jalur KA Semarang-Rembang Berpotensi Dipercepat

28/08/2018, 17:00 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Jalur Kereta Api
ILUSTRASI: Rencana pengaktifan kembali atau reaktivasi jalur kereta api (KA) di lintas Semarang-Rembang berpotensi dipercepat. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Rencana pengaktifan kembali atau reaktivasi jalur kereta api (KA) di lintas Semarang-Rembang berpotensi mengalami percepatan. Hal ini menyusul adanya permintaan dari sejumlah kepala daerah.

Fajar Ahmad, Kepala Seksi Perkeretaapian Dinas Perhubungan (Dishub) Jateng, mengatakan rencana reaktivasi ini menindaklanjuti poin pada visi dan misi gubernur yang baru. Tepatnya nomor 7 tentang revitalisasi jalur KA.

"Memang dari kami sudah ada rencana karena ini merupakan tugas atau rencana kemenhub. Ada beberapa hal yang kami reaktivasi, kami utamakan adalah Semarang, Demak, Kudus, Pati, sampai Rembang," ujarnya saat dijumpai saat diskusi Pengembangan Jaringan dan Pelayanan Perkeretaapian Tahun Anggaran 2018 di Hotel Grand Candi, Semarang, Selasa (28/8).

Kelima daerah itu, lanjutnya, adalah prioritas saat ini. Fajar mengatakan, pelaksanaan bakal dilangsungkan secara bertahap dan bahkan bisa diteruskan untuk reaktivasi jalur lain yang menghubungkan Jateng dan Jatim.

Menurutnya, agenda tersebut sebenarnya sudah tercantum pada Rencana Perkeretaapian Nasional (RIPnas). Dimana tercantum rencana reaktivasi pada periode 2023-2031. "Tapi dengan adaya permintaan bupati di daerah pantura ini, tidak menutup kemungkinan untuk dimajukan," sambungnya.

Oleh karenanya, Fajar pun berujar bahwa dari pemerintah daerah sendiri juga akan mengupayakan percepatan kepada Kemenhub. Lantaran, baik Bappeda Provinsi maupun pemerintahan masing-masing kabupaten/kota juga sudah melakukan analasis tata ruang untuk kemudian tinggal disinkronkan saja.

Mengenai potensi pembebasan lahan dan penertiban, akan dibuatkan feasibility study (FS) atau studi kelayakan dan Detail Engineering Design (DED). "Baru nanti pelaksanaan fisik dan soal kapannya, nanti Kemenhub yang memutuskan," imbuhnya.

Sementara itu, acara yang dihadiri oleh jajaran Dinas Perhubungan dan PT KAI itu juga diikuti oleh sejumlah kepala daerah. Salah satunya Haryanto, Bupati Pati yang turut mendukung rencana reaktivasi ini.

"Kami menghendaki agar jalur antara Semarang, Demak, Kudus, Pati, Rembang Lasem, untuk dibuka kembali. Memang ada dampak, namun saya yakin kalau itu semua dikomunikasikan, saya yakin bisa terlaksana. Kami senang dan mendukung apa yang diprakarsai balai teknis perkeretaapian ini, tak perlu menunggu sampai tahun 2021 atau 2030 nanti," ujarnya.

Ia pun optimistis bahwa langkah ini mampu menjadi solusi kemacetan lalu lintas dan kerusakan jalur di daerah Pantura. "Kan sering macet, seperti di Kaligawe itu. Nanti saya selaku kepala daerah akan membantu mengkomunikasikan daerah-daerah terdampak," tandasnya.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up