JawaPos Radar

Ketua PN Medan Sempat Pukul Kamera Wartawan Saat Diboyong KPK

28/08/2018, 20:15 WIB | Editor: Budi Warsito
Ketua PN Medan Sempat Pukul Kamera Wartawan Saat Diboyong KPK
Ketua PN Medan Marsudin Nainggolan menghindar dari sorotan kamera awak media. Bahkan dia sempat memukul salah satu kamera awak media saat dia diboyong KPK keluar dari Kejati Sumut, Selasa (28/8). (Prayugo Utomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan, Marsudin Nainggolan sempat memukul kamera wartawan saat diboyong oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kejaksaan Tinggi Sumatera utara, Selasa (28/8).

Marsudin bersama para oknum yang dicokok KPK, keluar dari gedung Kejati Sumut sekitar pukul 18.00 WIB. Awak media langsung mengerubungi mereka. Yang paling menjadi sorotan adalah, Kepala PN Medan, Marsudin Nainggolan. Dia keluar sambil mengenakan topi berwarna hitam.

Begitu keluar dari dalam gedung, Marsudin hanya tertunduk. Pertanyaan yang dilontarkan juga dijawab tatapan sinis. Dia memilih bungkam. Tanpa menjawab pertanyaan, ia langsung masuk ke sebuah mobil minibus Honda Freed yang menunggu di depan. Bersama rombongan mobil lainnya.

Penyidik KPK terlihat terlebih dahulu masuk duluan ke dalam mobil. Disusul Marsudin. Seluruh kamera wartawan menyorot dirinya. Diduga kesal dengan kehadiran awak media dan sorotan kamera. Marsudin sempat memukul kamera salah satu awak media.

Itu terjadi ketika seorang wartawan mengarahkan kamera tepat di depannya. Marsudin langsung memukul kamera tersebut. Korbannya salah satu fotografer harian terbitan Kota Medan.

Selain Marsudin, ada orang lainnya yang ikut dibawa. Diantaranya adalah Tamin Sukardi. Terpidana kasus penjualan aset negara yang divonis enam tahun penjara oleh hakim pada Senin (27/8). Dia dibawa menggunakan sebuah mobil hitam.

Sebelumnya, KPK mencokok enam petibggi dari PN Medan. Antara lain, Ketua PN (Marsudin Nainggolan), Wakil Ketua PN (Wahyu Prasetyo Wibowo), Pak (hakim) Sontan (Meraoke Sinaga), (hakim ad hoc tipikor) Merry (Purba), Elpandi (panitera), Oloan (Sirait) (panitera). KPK juga mencokok dua orang dari pihak swasta dan Tamin Sukardi.

"Ada OTT di Medan, Hakim PN Tipikor Medan," terang sumber JawaPos.com di KPK. Senada dengan sumber pertama, sumber kedua pun membenarkan ihwal adanya OTT tersebut.

Dalam OTT itu, KPK juga dikabarkan menyita barang bukti uang diduga yang diperoleh dari penyuap kepada hakim.

Namun, berapa nominal duit suap dan apa motif pemberian suap terhadap oknum hakim di PN Medan, sumber tersebut belum bersedia membeberkan.

Wakil ketua KPK Basaria Panjaitan sudah membenarkan penangkapan oknum hakim di PN Medan.

"Ya benar, ada kegiatan tim penindakan di Medan dalam beberapa hari ini. Tadi pagi, Selasa 28 Agustus sampai siang ini, setidaknya 8 orang diamankan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut," kata Basaria ketika dikonfirmasi.

(pra/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up