JawaPos Radar

Kasihan! Belasan Warga Aceh Telantar di Entikong Ketipu Agen Abal-abal

28/08/2018, 05:50 WIB | Editor: Estu Suryowati
Kasihan! Belasan Warga Aceh Telantar di Entikong Ketipu Agen Abal-abal
ILUSTRASI. Belasan warga Aceh ditelantarkan oleh penyalur TKI abal-abal di Entikong. (dok. JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sebelas warga Langsa dan Meulaboh, Provinsi Aceh ditemukan telantar di Perbatasan Entikong, Kabupaten Sanggau. Mereka menjadi korban penipuan agen penyalur tenaga kerja Indonesia (TKI) tidak resmi.

Awalnya, mereka sudah sampai di Miri, Malaysia, dibawa perantara agen penyalur berinisial H sekitar sebulan yang lalu. Selama itu, mereka yang semuanya lelaki ini dipekerjakan di sebuah perusahaan perkebunan.

Mereka dijanjikan bekerja dengan gaji RM 4.000 (Ringgit Malaysia) per bulan. Namun selama bekerja di Malaysia, mereka hanya digaji RM 55 per hari.

"Belum lagi ada sejumlah potongan dari majikan," kisah Simus, salah seorang di antara warga Aceh tersebut, dikutip dari Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group), Selasa (28/8).

Merasa tidak sesuai janji, mereka lantas pulang ke Indonesia. Namun kepulangan mereka tidak difasilitasi oleh pihak perusahaan maupun agen yang memberangkatkannya. Mereka pun melewati sejumlah rintangan. "Dari perusahaan ke sini (Entikong) kami jalan kaki tiga hari, lewat hutan," ceritanya.

Hal itu dilakukan untuk menghindari pemeriksaan otoritas negara tetangga karena paspornya ditahan di perusahaan. "Paspor kita ditahan bos (perusahaan). Kita mau pulang ke Aceh," sambung Simus.

Hingga kemarin, rombongan warga Aceh tersebut beristirahat sementara di salah satu warung milik warga di Desa Entikong Benuan, Kecamatan Entikong. Rombongan perantau ini menunggu para pihak yang dapat memulangkannya ke kampung halaman mereka di Aceh.

Sementara itu, informasi yang dihimpun Rakyat Kalbar, pihak Pemrov Aceh, dalam hal ini Dinsos Provinsi Aceh seakan lepas tangan. Mereka menyerahkan sepenuhnya kepada para korban untuk pulang ke daerah asal.

(jpg/ce1/est/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up