JawaPos Radar

Dibutuhkan Blue Print Pendidikan yang Terintegrasi

28/08/2018, 22:54 WIB | Editor: Dyah Ratna Meta Novia
Dibutuhkan Blue Print Pendidikan yang Terintegrasi
Dinas Pendidikan daerah sering tak memiliki blue print bagaimana menggunakan anggaran pendidikan dengan baik. Makanya dibutuhkan blue print pendidikan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah agar ada program dan pemanfaatan anggaran yang jelas (Jawapos)
Share this

JawaPos.com - Pengamat Pendidikan Indra Charismiadji mengatakan, penyerapan anggaran pendidikan bagi daerah harus dievaluasi. Selama ini anggaran yang ditransfer Kemendikbud ke daerah belum terserap dengan baik.

"Dinas Pendidikan daerah sering tak memiliki blue print bagaimana menggunakan anggaran pendidikan dengan baik. Makanya dibutuhkan blue print pendidikan yang terintegrasi dari pusat hingga daerah agar ada program dan pemanfaatan anggaran yang jelas," kata Indra, Selasa, (28/8).

Banyak kasus yang muncul dari penyerapan anggaran pendidikan di daerah. Misalnya ada daerah kepulauan malah meminta anggaran untuk membangun SMK Pertanian. Ini tidak cocok.

"Kalau daerahnya kepulauan seharusnya yang dibangun itu SMK Kelautan, bukan pertanian. Sebab pemuda setempat justru membutuhkan ilmu kelautan untuk membangun daerahnya," kata Indra.

Memang anggaran ada, lalu juga disalurkan. Namun sayangnya tak sesuai dengan kondisi dan kebutuhan yang ada.

Saat musrembang pendidikan, terang Indra, tak pernah dibahas misalnya sekolah kurang guru, sekolah kurang komputer dan lain-lain. Akibatnya tak ada program yang jelas sehingga anggaran jadi tak terpakai dengan jelas pula.

Terkadang anggaran yang ditransfer ke daerah tak terpakai selama dua tahun. Hanya mengendap begitu saja.

Usai dua tahun, anggaran akhirnya bisa dipakai untuk apa saja. Oleh karena itu diperlukan evaluasi penggunaan anggaran yang ditransfer ke daerah.

(met/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up