JawaPos Radar

Sembunyi di Hutan Silinsing, 31 WN Bangladesh Ditangkap

28/07/2018, 10:14 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Imigran Gelap
Puluhan WNA asal Bangladesh diamanka Lanal Dumai. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Sebanyak 31 Warga Negara Asing (WNA) asal Bangladesh diamankan TNI AL. Penangkapan dilakukan di hutan pesisir pantai Desa Silinsing, Kecamatan Medang Kampai, Kota Dumai, Riau, Kamis (26/7) lalu.

Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Dumai Kolonel Laut (E) Yose Aldino mengatakan, 31 WNA terdiri atas 30 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka diduga akan dikirim ke Malaysia secara illegal melalui jalur laut.

"Awalnya, unit intel menerima informasi dari masyarakat tentang rencana pengiriman WNA Banglades dari Desa Silinsing. Mereka akan dikirim menuju Malaysia," kata Yose, Sabtu (28/7).

Imigran Gelap
Puluhan WNA asal Bangladesh diamankan Lanal Dumai. (Istimewa)

Menindaklanjuti informasi tersebut, dua unsur patroli yang terdiri dari Sea Reder 1 dan Sea Rider 2 melaksanakan penyekatan di Perairan Selinsing. Tepatnya antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis.

Kemudian tim darat yang terdiri atas personel Unit Intel Lanal Dumai melakukan pengintaian di sekitar Hutan Silinsing, Jalan Raya Dumai Pakning, Kecamatan Medang Kampai. "Setelah diadakan patroli laut selama dua hari di sekitar Perairan Silinsing antara Pulau Rupat dengan Pulau Bengkalis, tim Sea Rider 1 melihat sebuah speed boat melintas dengan kecepatan tinggi menuju darat Desa Silingsing," ujar Yose.

Selanjutnya, kedua tim Sea Rider melakukan pengejaran terhadap speed boat itu. Namun mereka berhasil kabur ke arah laut lepas. Pengintaian dilanjutkan tim darat dengan melakukan penyisiran ke hutan di Desa Silinsing. "Tim menemukan puluhan WNA Banglades yang disembunyikan di Hutan Silinsing," ungkap Yose.

Para WNA berada pada posisi titik koordinat 1°40'08.3"N 101°42'32.9"E, atau sekitar 100 meter dari bibir pantai. "Sebagai tindak lanjut, personel Lanal Dumai melakukan koordinasi dengan pihak imigrasi Dumai dan bersama-sama menuju ke lokasi yang dimaksud," ucap Yose.

Setibanya di lokasi dan melakukan pengecekan, puluhan WNA kemudian dibawa ke Mako Lanal Dumai. Tujuannya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Kemudian mereka diserahkan ke pihak Imigrasi Dumai.

Pencekalan WNA itu untuk menjaga keamanan serta keselamatan di perairan Lanal Dumai. Karena saat ini situasi perairan masih cukup ekstrem, sehingga membahayakan untuk diseberangkan.

"Terlebih mereka diseberangkan dengan menggunakan speed boat yang tidak layak. Karena belum tentu speed tersebut memiliki alat keselamatan seperti Life Jacket. Sehingga dapat membahayakan jiwa penumpang maupun pengguna laut lainnya," pungkas Yose.

(ica/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up