JawaPos Radar

Baku Tembak di Nduga Saat Pilkada, 1 Bocah Kena Peluru Nyasar

28/06/2018, 11:32 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Baku Tembak di Nduga Saat Pilkada, 1 Bocah Kena Peluru Nyasar
Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi. (Dok. JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Pemilihan kepala daerah (Pilkada) di sekitar Bandara Keneyam, Kabupaten Nduga, Papua, Rabu kemarin (27/6) sempat diwarnai aksi tembakan oleh Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB). Itu terjadi sekitar pukul 08.15 - 09.05 WIT.

Kepala Penerangan Daerah Militer XVII Cenderawasih Kolonel Infanteri Muhammad Aidi mengatakan, satuan pengamanan gabungan Yonif  755/ Yalet dengan BKO Brimob Pam Pilkada sempat membalas tembakan tersebut. "Terjadi kontak tembak antara Pasukan Keamanan TNI/Polri dengan KKSB di sekitar areal bandara," kata dia saat dikonfirmasi, Kamis (28/6).

Terjadinya kontak tembak tersebut disebabkan karena kelompok bersenjata itu mengeluarkan tembakan berulang-ulang di berbagai tempat tanpa arah yang jelas. Antara lain di belakang Kantor Bapeda Nduga, di sekitar Bandara Keneyam dan di belakang Kantor Keuangan Kabupaten Nduga.

Awalnya kata Aidi, pasukan TNI/Polri memperketat keamanan dan berusaha mengidentifikasi arah datangnya serangan. Anggota Pos Yonif 755/Yalet yang melihat KKSB memegang senjata langsung membalas tembakan tersebut.

Tidak ada korban dari kejadian tersebut dari pihak keamanan sedangkan belum bisa dipastikan apakah dari pihak KKSB ada yang jatuh korban atau tidak, karena mereka segera melarikan diri ke arah hutan.

Namun kemudian diterima laporan dari warga bernama Tourus Gwijangge bahwa anak mereka, Yonggi Gwijangge, 6,  mengalami luka di kaki sebelah kiri. Diduga dia terkena peluru nyasar dari kontak senjata tersebut saat sedang berada di dekat rumahnya sekitar 300 m di belakang Pasukan TNI/Polri yang sedang mengejar KKSB.

"Setelah mendapatkan perawatan di Puskesmas korban kembali ke rumah karena hanya menderita luka ringan," jelasnya. Diketahui, hingga saat ini, Pilkada di daerah tersebut terpaksa ditunda.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up