alexametrics

Bawaslu DIJ Wanti-wanti Penggunaan Atribut Kampanye

28 Maret 2019, 20:25:58 WIB

JawaPos.com – Kampanye untuk Pemilu 2019 dijadwalkan akan berlangsung hingga 13 April mendatang. Untuk menekan pelanggaran, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Daerah Istimewa Jogjakarta (DIJ) mewanti-wanti kepada seluruh pihak agar menaati peraturan yang ada.

Salah satunya yakni tidak diperbolehkannya memakai atribut tak sesuai. “Misalkan ada bendera parpol yang mendukung pasangan calon (Paslon) 01 tapi dikibarkan (di tempat) kampanye Paslon 02, itu tidak boleh,” kata Ketua Bawaslu DIJ, Bagus Sarwono, Kamis (28/3).

Dicontohkannya seperti yang dialami di Makassar beberapa waktu lalu. Diketahui ada beberapa peserta kampanye Paslon nomor urut 02, Prabowo-Sandi yang mengibarkan bendera parpol Golkar. Padahal sebagaimana diketahui, Golkar merupakan parpol pendukung dari Paslon nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf. “Itu seharusnya tidak boleh,” ucapnya.

Hal-hal seperti itu, menurutnya bisa memicu kericuhan. Ia juga mengatakan, pihaknya telah menyurati parpol maupun pendukung Paslon yang ada mengenai aturan yang harus ditaati saat masa kampanye. “Itu ada ancaman pidananya, hal itu sudah kami tekankan. Kami surati parpol, paslon, untuk tidak melanggar mengenai atribut,” katanya.

Lanjut Bagus, pengawasan terhadap digelarnya kampanye ini juga terus dilakukan. Beberapa tokoh nasional dijadwalkan hadir di DIJ. Seperti Tjahjo Kumolo yang diketahui datang ke Kabupaten Sleman pada Minggu (23/3) kemudian Ma’ruf Amin, Cawapres nomor urut 01 pada Kamis (28/3).

“Kami dari Bawaslu DIJ terus melakukan pengawasan. Di tingkat kabupaten pun juga turun ketika ada tokoh nasional yang datang,” ucapnya

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Ridho Hidayat

Bawaslu DIJ Wanti-wanti Penggunaan Atribut Kampanye