alexametrics
Pengacara Berharap Perkara Segera Dilimpahkan

Komnas Perempuan Minta Penyewa Vanessa Diungkap, Polisi Berbelit-belit

28 Februari 2019, 16:22:40 WIB

JawaPos.com- Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mendatangi Mapolda Jawa Timur, Kamis (28/2). Komnas meminta polisi segera mengungkap lelaki yang mem-booking Vanessa Angel.

Komisioner Komnas Perempuan Sri Nur Herwati menilai, kasus prostitusi online harusnya menjerat mucikari sekaligus pelanggan. Bukan malah menjerat perempuan yang menjajakan diri.

“Karena mereka (mucikari dan pelanggar, Red) yang menciptakan jeratan-jeratan terjadinya tindak pidana prostitusi,” tegas Sri.

Komnas Perempuan Minta Penyewa Vanessa Diungkap, Polisi Berbelit-belit
Komisioner Komnas Perempuan Sri Nur Herwati (kanan) saat menjenguk Vanessa Angel di Mapolda Jatim, Kamis (28/2). (Aryo Mahendro/ JawaPos.com)

Sri berjanji bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kasus Vanessa. Selain itu, pihaknya juga akan melakukan upaya pemulihan kondisi psikis Vanessa.

“Kami akan terus memantau kasus-kasus yang terkait dengan perempuan yang dilacurkan dan juga bagaimana menyikapi serta mengajak masyarakat untuk mendukung proses pemulihan agar prostitusi ini tidak terus berlangsung dan bisa segera dihentikan. Sebab, salah satu mandat kami adalah menciptakan situasi yang kondusif bagi penghapusan kekerasan terhadap perempuan,” papar Sri.

Komnas perempuan akan melakukan konseling psikologi terhadap Vanessa secara berkala. Lembaga layanan konseling di Surabaya yang akan melakukan konseling langsung terhadap artis FTV tersebut.

Selain itu, Sri juga meminta polisi segera mengabulkan pengajuan penangguhan penahanan untuk Vanessa. Sebab, Sri menilai bahwa Vanessa sebagai korban atau perempuan yang dilacurkan.

“Maka hak dia sebagai korban, apapun status hukumnya, harus tetap diberikan. Jadi, mengabulkan penangguhan penahanan dengan melihat kapasitasnya (Vanessa) sebagai korban,” ungkap Sri.

Sementara itu pengacara Vanessa, Milano mengaku ingin mengetahui orang yang menyebarkan foto kliennya. Sebab, foto telanjang tersebut tersebar setelah kliennya ditangkap. Sedangkan handphone Vanessa maupun mucikari sudah disita polisi

Oleh sebab itu, tim kuasa hukum membuat laporan ke Bareskrim Mabes Polri terkait oknum penyebar foto tersebut. Namun, dia tidak mau menyebut siapa pihak yang dilaporkan. “Itu biarkan polisi yang menyelidiki. Aneh kan, karena fotonya nyebar setelah tanggal lima (hari H penangkapan, Red,” ucapnya.

Terkait penangguhan penahanan, Milano merasa sudah digantung oleh penyidik. Sebab, hingga saat ini, tim kuasa hukum belum diberi jawaban secara pasti. Yang ada hanya informasi yang beredar di media. “Kalau memang tidak dikabulkan, kami minta perkaranya segera diselesaikan dan dilimpahkan ke kejaksaan,” tuturnya.

Tim kuasa hukum meyakini bahwa Vanessa tidak bisa dipidana dengan pasal 27 ayat 1 UU ITE. Hal itu akan dibuka secara gamblang di pengadilan. “Segera disidangkan saja biar terang benderang perkaranya. Biar dibuka di publik dengan jelas,” tandas Milano.

Secara terpisah Dirreskrimsus Polda Jawa Timur Kombespol Ahmad Yusep Gunawan malah memberikan jawaban yang berbelit-belit. Dia menyatakan masih menginvestigasi penyewa Vanessa. Yusep mengaku bahwa pihaknya masih melakukan penguatan data digital terkait pengguna jasa Vanessa. Hasilnya, akan dicocokan dengan hasil penggalian data digital dari para mucikari yang sebelumnya telah didapat.

Beberapa data hasil penggalian data digital yang perlu dicocokkan adalah nama, akun, nomor telepon, rekening dan data lain. Sehingga, penyidikannya tidak mengarah kepada orang yang salah.

“Karena ini dunia maya. Anonymous yang merupakan sifat kejahatan siber. Makanya, harus kami pertanggungjawabkan agar tidak sekadar nama yang digunakan di dalam dunia maya,” kata Yusep.

Pernyataan Yusep tersebut bertolak belakang dengan statement sebelumnya yang menyebut jika penyewa Vanessa sudah diketahui. Diwawancarai JawaPos.com melalui telepon 6 Januari lalu, Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim AKBP Harissandi mengatakan bahwa penyewa Vanessa sudah diketahui. Yakni seorang pengusaha berinisial R. “Pengusaha asal Surabaya dengan inisial R,” ujar Harissandi saat itu.

Yang lebih mengherankan, R turut ditangkap bersama dengan Vanessa. Semestinya polisi tidak perlu mencari data digital kembali, sebab penyewa yang mereka cari sudah pernah dimintai keterangan.

Editor : Dida Tenola

Reporter : Aryo Mahendro, Arif Adi Wijaya

Copy Editor :

Komnas Perempuan Minta Penyewa Vanessa Diungkap, Polisi Berbelit-belit