alexametrics

Audit Komnas KIPI Sebut Siswa Cianjur Meninggal karena Infeksi Otak

28 Januari 2022, 09:45:38 WIB

JawaPos.com–Dinas Kesehatan Cianjur, Jawa Barat, menyebutkan, siswa pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kecamatan Pasirkuda yang meninggal dunia, bukan karena vaksinasi Covid-19. Namun, siswa itu memiliki riwayat penyakit infeksi otak setelah Komnas KIPI melakukan audit.

”Kesimpulan sementara dari hasil audit Komnas KIPI, siswa tersebut meninggal bukan karena vaksinasi, namun adanya infeksi di otak. Namun hasil tersebut, baru kami dapatkan secara lisan dari Komnas KIPI,” kata Sekretaris Dinkes Cianjur Yusman Faisal seperti dilansir dari Antara.

Dia menuturkan, Komisi Nasional Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (Komnas KIPI) sudah melakukan audit terhadap siswa tersebut. Beberapa hari lalu tim lakukan pemeriksaan mencari tahu penyebab kematian. Sehingga, laporan secara tertulis akan didapatkan beberapa hari ke depan.

”Jadi orang tua jangan takut kalau anaknya mendapatkan vaksinasi Covid-19 selama anak dalam kondisi sehat dan tidak memiliki penyakit akut. Selama ini, kecil kemungkinan terjadi KIPI terhadap penerima vaksin,” ujar Yusman Faisal.

Sebelumnya Dinas Kesehatan Cianjur, masih menunggu hasil investigasi dan pendalaman dari Komda KIPI Jabar dan Komnas KIPI, terkait meninggal siswa PAUD di Cianjur, setelah mendapatkan vaksinasi atas nama ZL (6,5) beberapa hari lalu.

Kepala Dinkes Cianjur Irvan Nur Fauzy mengatakan, Komda KIPI Jabar, sudah melakukan investigasi terkait meninggalnya siswa PAUD di Kecamatan Pasirkuda. Namun, pihaknya belum mendapat laporan.

”Komda KIPI Jabar sudah melakukan investigasi kasus meninggalnya siswa tersebut, kami belum menerima keterangan resmi atau perkembangan dari hasil investigasi yang dilakukan seperti otopsi verbal dari pihak yang diduga terkait dalam kasus tersebut, termasuk keluarganya,” terang Irvan.

Dia menjelaskan, untuk pelaksanaan tindakan awal yang dilakukan terhadap anak berbeda dengan orang dewasa sebelum mendapatkan vaksinasi. Namun, pihaknya baru mengetahui siswa tersebut memiliki riwayat penyakit, sedangkan terkait riwayat penyakit lain menunggu hasil investigasi.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads