alexametrics

Tren Poligami di Semarang Naik, Kebanyakan Berawal dari Nikah Siri

28 Januari 2019, 17:44:04 WIB

JawaPos.com – Pengadilan Agama Kota Semarang mencatat adanya kenaikan jumlah pemohon izin poligami selama 2018 kemarin. Yakni 19 perkara dibanding tahun sebelumnya yang hanya 13 perkara saja.

Panitera Muda Hukum Pengadilan Agama Kota Semarang Tazkiyaturrobihah mengatakan, dari 19 perkara itu yang diputus atau disetujui berjumlah 10 perkara. “Kalau 2017, ada 13 perkara hanya 7 yang diputus,” katanya, Senin (28/1).

Usia pemohon pun bermacam-macam, mulai dari 30-50 tahun. Alasannya ikut bervariasi, dari sudah merasa mapan hingga menikahi mantan pacar yang dulu karena suatu sebab tak bisa dinikahi.

“Kan dulu nggak bisa menikahi, karena nggak dapat restu. Akhirnya menikah sama yang sekarang. Terus ketemu lagi entah bagaimana bisa menikahi. Ada begitu,” katanya lagi.

Kendati demikan, menurutnya yang paling banyak itu adalah berawal dari nikah siri. Sang istri kedua dalam hal ini meminta kejelasan status.

Adapun perkara yang sudah diajukan tapi ujung-ujungnya dicabut. Musababnya sang istri pertama hadir pada saat sidang dan menyatakan menolak untuk dimadu. Meski, beberapa ikhlas dengan alasan yang jelas. “Karena dia sendiri menyadari sudah tidak mampu melayani suaminya atau dengan alasan sakit,” katanya. 

Tazkiyaturrobihah mengatakan, ada pula pemohon poligami yang ekonominya dari kelas menengah bawah dan jumlahnya tak sedikit. Umumnya, karena calon istri kedua lebih mapan finansialnya. Dan bahkan mau menafkahi calon suami dan istri pertamanya.

Lebih jauh, dirinya mengaku dengan adanya tren kenaikan di tahun sebelumnya, pihaknya mengaku tidak mampu berbuat banyak. Sebab, pengajuan poligami memang menjadi hak pemohon

“Kami kan tugasnya melayani, yang penting sesuai persyaratan ada semua ya kami layani. Kalau di perjalanan tidak memenuhi, kan akhirnya dicabut sendiri. Misal istri pertama menolak dipoligami, suami enggan menceraikan. Ya akhirnya dicabut, kembali lagi dia ke istri pertama. Kami tahunya begitu,” tandasnya.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Tren Poligami di Semarang Naik, Kebanyakan Berawal dari Nikah Siri