JawaPos Radar | Iklan Jitu

Diserang Penyakit Jamur, Harga Buah Naga Turun Menjelang Imlek

28 Januari 2019, 17:23:15 WIB
Harga buah naga di Kabupaten Malang turun menjelang Imlek.
Harga buah naga di Kabupaten Malang turun menjelang Imlek. (Tika Hapsari/ JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com- Menjelang perayaan Imlek harga buah naga di Kabupaten Malang justru turun. Bahkan penurunannya sampai 50 persen dibanding harga normal.

Normalnya, harga 1 kg buah naga sebesar Rp 10 ribu. Namun, beberapa hari menjelang Imlek justru turun menjadi Rp 5 ribu per kg. Harga semakin rendah jika dijual ke tengkulak. Yakni Rp 10 ribu untuk tiga kg buah naga.

Salah seorang petani buah naga di Desa Palaan, Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, Teja Wibawa mengatakan, banyak buah naga yang rusak saat panen akibat serangan penyakit jamur. Serangan penyakit jamur mulai terjadi pada awal tahun.

Serangan jamur ini baru pertama kali mereka rasakan. Teja menanam buah naga sejak 2002, namun belum pernah merasakan wabah seperti ini menjangkiti tanamannya.

Hal ini membuat produktivitas buah naga menurun. Penurunannya mencapai 75 persen.

"Serangan penyakit jamur membuat banyak buah naga yang rusak. Apabila kami panen sebanyak 100 kg, ada 75 kg buah naga yang rusak. Sedangkan hanya 25 kg buah naga dengan kondisi yang baik," katanya, Senin (28/1).

Dia menjelaskan, penyakit jamur membuat kulit buah naga menjadi rusak berwarna cokelat kehitaman. Seperti membusuk. Sehingga membuat pedagang maupun pembeli enggan membelinya.

"Saya bersama petani buah naga lainnya harus memilah antara buah naga yang rusak dengan yang tidak rusak. Hasilnya, banyak buah naga yang rusak dan tidak layak jual akibat membusuk,"tuturnya.

Akibat banyaknya buah naga yang rusak dan harga jual rendah, hasil panen yang didapatkan tidak mencukupi biaya produksi. Teja menyebutkan, luas lahan buah naga yang digarapnya sebesar 1 hektare dan terdapat 800 batang tanaman buah naga. Sedangkan satu sak pupuk organik diperuntukan empat batang tanaman buah naga.

Dia menyebut, satu sak pupuk organik seharga Rp 59 ribu. Petani membutuhkan banyak biaya lainnya. Seperti menyiram tanaman dan biaya panen.

Teja juga mengeluhkan, pendampingan dari Dinas Pertanian yang minim. Dia berharap peran aktif pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini.

"Setidaknya pemerintah mendampingi para petani untuk mencari solusi dalam mengatasi jamur pada tanaman buah naga ini," katanya.

Editor           : Dida Tenola
Reporter      : Dian Ayu Antika Hapsari

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up