alexametrics

Jalan Ambles, Pemkot Surabaya Ogah Disalahkan

27 Desember 2018, 14:41:35 WIB

JawaPos.com – Polisi telah menaikkan status kasus amblesnya Jalan Raya Gubeng, Surabaya, dari penyelidikan menjadi penyidikan. Sejumlah pihak pun berpotensi menjadi tersangka.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini lantas angkat bicara. Ia kurang setuju jika pemberi izin juga harus bertanggung jawab. Sebab Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya hanya sebatas memberi izin.

Izin diterbitkan jika semua persyaratan telah dipenuhi pihak kontraktor dan pemilik proyek. Setelah menerbitkan segala macam perizinan, Pemkot Surabaya tidak melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan proyeknya.

“Kami nggak punya kewenangan untuk mengawasi. Kalau kami mengawasi malah engko dikiro (nanti dikira,red) mengada-ada, golek duwit (cari uang, red),” kata Risma di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, Kamis (27/12).

Menurut Risma, ada sejumlah kendala saat pihaknya tidak berwenang mengawasi setiap proyek pembangunan di Surabaya. Pertama, tidak ada aturan yang mengharuskan adanya pengawasan di lapangan setelah pemkot memberikan izin mendirikan bangunan.

Pemerintah pusat juga tidak mengharuskan Pemkot Surabaya mengawasi setiap proyek setelah mengeluarkan Amdal dan IMB. “Bayangkan kalau kami punya tupoksi untuk itu. Berapa pembangunan se-Surabaya. Terus gimana uwonge (orangnya, red),” tutur Risma.

Sebelumnya diberitakan, pemeriksaan sinkhole di Jalan Raya Gubeng, Surabaya, terus berlanjut. Polisi telah menaikkan status kasus tersebut dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Beberapa pihak berpotensi menjadi tersangka. Antara lain pihak perencana proyek, pelaksana lapangan, proyek lapangan, dan konsultan pengawas. Selain itu, polisi telah menemukan indikasi pertanggungjawaban dari pihak yang mengeluarkan izin.

Editor : Sofyan Cahyono

Reporter : (HDR/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua
Jalan Ambles, Pemkot Surabaya Ogah Disalahkan