JawaPos Radar

Sinabung Kembali Meletus, Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 4,5 Km

27/12/2017, 22:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Sinabung Meletus
Gunung Sinabung saat erupsi, Rabu (27/12). (Budi Warsito/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Gunung Sinabung yang berada di Kabupaten Karo, Sumatera Utara terus menunjukan aktivitas erupsi dengan menyemburkan abu vulkanik hingga setinggi 4,5 kilometer, Rabu (27/12) sore.

Bahkan erupsi Sinabung terjadi hingga dua kali.

Sinabung Meletus
Gunung Sinabung saat erupsi, Rabu (27/12). (Budi Warsito/JawaPos.com)

Kepala Pos Pemantau Gunung Api Sinabung Armen Putra mengatakan, semburan erupsi Sinabung yang terakhir terjadi Rabu (27/12) sore, sekitar pukul 15.36 WIB. Dengan tinggi kolom abu tidak teramati, karena puncak Gunung Sinabung tertutup kabut.

“Namun, ‎jarak luncur semburan abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung mencapai 3500 meter. Dengan kondisi angin tertiup kearah tenggara-timur dan luncuran mencapai 4600 meter, dengan kondisi angin ke arah selatan - tenggara," jelas Armen Putra, Rabu (27/12).  

Selain menyemburkan abu vulkanik, erupsi juga menyebabkan gempa dengan kekuatan amplitudo 120 mm dengan lama gempa 500 detik. "Saat ini, Sinabung tertutup kabut dan kondisi angin mengarah ke Timur-Tenggara," jelasnya.

Lebih lanjut Armen mengatakan, erupsi pertama kali terjadi sekitar ‎pukul 12.24 WIB. Pada erupsi tersebut, tinggi semburan abu vulkanik mencapai 2800 meter.

"Selain erupsi, gunung Sinabung juga menimbulkan gempa amplitudo 105 mm dan lama gempa 480 detik. Dengan kondisi angin kearah timur-tenggara," jelasnya.

Armen mengimbau bagi warga yang tinggal di sekitar Gunung Sinabung yang saat ini berada di level IV atau berstatus awas agar menjauhi zona-zona bahaya dari gunung Sinabung karena masih berpotensi terjadi awan panas dan guguran lava, serta erupsi. 

"Imbauan kita masih sama, jauhi zona merah dari Gunung Sinabung. Gunakan masker dan mengikuti imbuan selalu dari pihak terkait," tandas Armen.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. 

"Hujan abu menyebar di beberapa tempat seperti di Desa Sukanalu, Kota Tonggal, Kuta Tengah, Gamber, Berastepu, Jeraya, Pintu Besi, dan beberapa desa lain di sektor timur," jelas Sutopo.

Ia melanjutkan, PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung agar tidak melakukan aktivitas di dalam radius 3 km dari puncak, dan dalam jarak 7 km untuk sektor Selatan - Tenggara, di dalam jarak 6 km untuk sektor Tenggara - Timur, serta di dalam jarak 4 km untuk sektor Utara - Timur G. Sinabung.

"Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap ancaman bahaya lahar. Mengingat telah terbentuk bendungan alam di hulu Sungai Laborus,” ungkapnya. 

Ia pun meminta BPBD Kabupaten Tanah Karo agar segera melakukan sosialisasi ancaman bencana lahar atau banjir bandang ini ke penduduk yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang hilir dan sekitar Sungai Laborus.

"Saat ini masih terus dilakukan penyelesaian relokasi warga Gunung Sinabung. Meletusnya Gunung Sinabung yang tak henti-henti telah menyebabkan kawasan rawan bencana meluas dan beberapa desa-desa tidak boleh ditempati lagi. Masyarakat harus direlokasi ke tempat yang aman. Sebanyak 3.331 KK (Kepala Keluarga) harus direlokasi," jelasnya. 

(bew/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up