JawaPos Radar

Dipanggil Makan Tidak Menyahut, Pemuda Ini Ternyata Sudah Tergantung

27/11/2017, 21:53 WIB | Editor: Muhammad Syadri
Dipanggil Makan Tidak Menyahut, Pemuda Ini Ternyata Sudah Tergantung
Ilustrasi gantung diri (pixabay.com)
Share this

JawaPos.com - Seorang pemuda bernama Ilham (27) melakukan aksi nekat dengan cara gantung diri di dalam kamar rumah orang tuanya, Sabtu (25/11) sekitar pukul 12.00 WIT. Diduga warga Jalan Mekar Sari Kelurahan Mariat Pantai Kabupaten Sorong ini nekat mengakhiri hidupnya karena depresi yang dialami akibat sakit dan ketakutannya terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya.

Wakapolsek Aimas, Ipda Amiruddin membeberkan, kronologis kematian korban, sekitar pukul 11.00 WIT, korban masih terlihat di dalam rumah orang tuanya yang berada di belakang rumah kakaknya, Irwanto tanpa melakukan aktivitas apapun.

Saat itu pula, Irwanto mendatangi korban untuk mengajak makan, hanya saja korban tidak menjawab ajakan kakaknya dan lebih memilih untuk tetap tinggal di rumah.

Tidak mendapat jawaban, Irwanto kembali ke rumahnya yang berada di depan rumah orang tuanya yang ditinggali korban, tanpa menaruh rasa curiga maupun khawatir kepada korban. Karena korban tak kunjung datang makan, Irwanto lalu kembali ke rumah yang ditinggali korban untuk memastikan kondisi korban baik-baik saja.

Saat mencari keberadaan korban, Irwanto menemukan korban telah meninggal dunia dalam keadaan gantung diri dengan menggunakan tali tambang kurang lebih 9 meter di dalam kamar bagian depan. Irwanto lalu memanggil istrinya, Riskawati untuk kemudian memanggil ayahnya, Muh. Asaf yang sedang berada di rumah depan.

“Kakaknya panggil makan tapi tidak datang, akhirnya kakaknya cek kembali ternyata ditemukan sudah gantung diri di kamar,” terang Amiruddin sebagaimana dilansir dari Radar Sorong (Jawa Pos Group).

Melihat kondisi korban, Irwanto bersama ayahnya lalu menurunkan korban dari tali yang digunakannya gantung diri. Kejadian gantung diri yang dilakukan oleh Ilham, diketahui oleh pihak kepolisian Polsek Aimas yang kemudian mendatangi TKP dan melakukan pemeriksaan.

Saksi-saksi yang tidak lain adalah keluarga korban turut diperiksa, terkait penyebab kematian korban dengan gantung diri. Disampaikan ayah korban, korban sering mengeluh sakit dan ketakutan terhadap orang-orang yang ada di sekitarnya. Korban juga, lebih menutup diri dari orang terdekatnya.

“Keluarga korban menerima dan merelakan kematian korban,” terang Amiruddin. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak kepolisian dan disalatkan, sekitar pukul 17.00 WIT korban dimakamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat.

(sad/jpg/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up