Brutal! Enggan Ditertibkan, PKL Serang Satpol PP Dengan Linggis

27/10/2016, 06:12 WIB | Editor: Ilham Safutra
Ilustrasi (dok.Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com MEDAN - Pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Perjuangan dan Jalan Rakyat Kota Medan melakukan perlawanan keras terhadap penggusuran yang dilakukan aparat Satpol PP daerah setempat, Rabu (26/10).

Tak tanggung-tanggung, upaya penghalangan dari mereka disertai dengan serangan senjata tajam yang berupa pisau, linggis atau arit.

Upaya penyerangan PKL itu juga didukung oleh preman di daerah sepanjang kawasan itu. Namun aksi PKL dan preman itu berhasil dihentikan ratusan petugas Satpol PP, Camat Medan Perjuangan, Dedi Jaminsyah Putra Harahap beserta lurah.

Di tengah tekanan, petugas Satpol PP di bawah komando Kepala Satpol PP Sofyan itu tetap membongkar Seluruh papan yang digunakan untuk menutup permukaan parit. Penutupan parit itu agar para PKL bisa berjualan di atas saluran air.

Sofyan menegaskan, dirinya tidak akan mundur sedikit pun dalam melakukan penertiban PKL. Kendatipun mendapatkan ancaman serius dari sejumlah warga dan preman.

"Penertiban ini akan terus kita lakukan sehingga para PKL tidak berjualan kembali. Untuk itu kawasan ini (Jalan perjuangan dan Jalan Rakyat) akan terus kita awasi!" tegasnya dilansir Sumut Pos (Jawa Pos Group), Kamis (27/10).

Dengan mengerahkan 2 unit alat berat milik Dinas Bina Marga dan sejumlah truk, pembersihan pun dilakukan.

Lancarnya proses penggusuran itu tidak terepas juga andil Camat Medan Perjuangan, Dedi Jaminsyah Putra Harahap. Dia melerai warga yang mencoba menyerang petugas Satpol PP. (prn/ila/iil/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi