JawaPos Radar | Iklan Jitu

Terus Luncurkan Lava Pijar, Aktivitas Merapi Belum Membahayakan

27 September 2018, 19:15:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
BPPT Jogja
MERAPI: Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Gunung Merapi mulai mengeluarkan lava pijar, beberapa guguran akibat tekanan dari bawah beberapa waktu terakhir. Kendati demikian, hingga kini belum membahayakan penduduk yang berada di lerengnya.

Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Jogjakarta mengatakan, guguran-guguran lava pijar terus terjadi hingga saat ini.

"Jadi lava pijar itu guguran kubah lava. Sekarang arahnya masuk ke kawah, jadi belum ada ancaman terhadap masyarakat sampai saat ini," katanya, saat ditemui di kantornya, Kamis (27/9) sore.

Lava pijar itu sendiri merupakan dampak dari pertumbuhan kubah lava Merapi. Setelah adanya suplai dari dalam kawah menuju ke permukaan. "Kemudian dia akan gugur, nah guguran ini lava pijar," katanya.

Guguran lava pijar terakhir terpantau pada Rabu (26/9) pukul 18.00 hingga Kamis (27/9) pukul 6.00 WIB, terdapat 5 kali. Kemudian ada embusan sebanyak 5 kali. Pada periode sebelumnya, yaitu Rabu (26/9) pukul 6.00-18.00 WIB, ada guguran sebanyak 9 kali, dan embusan 14 kali.

Termasuk pada Selasa (25/9) lalu, lava pijar sempat terlihat secara visual pukul 4.06 WIB. Guguran itu meluncur ke dalam dasar kawah pada sektor barat laut.

"Sementara setiap hari ada, cuma karena di dalam kawah masyarakat tidak bisa melihat. Kemarin kebetulan ada yang melihat, guguran kubah lava dari dalam berpijar," ucapnya.

Dijelaskannya, lava pijar baru akan mengancam penduduk ketika nantinya terjadi secara terus-menerus dengan intensitas tinggi. Serta volume yang lebih banyak dan sejauh mana meluncurnya. "Sekarang (lava pijar) masih kecil," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up