JawaPos Radar

Kasus Eko, Polisi Diminta Jerat Iwan dengan Pasal Pembunuhan Berencana

27/08/2018, 21:33 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tabrak Lari
TKP: Bermula dari cekcok, Eko Prasetio, 28, ditabrak oleh pengendara mobil di Jalan KS Tubun, Manahan, Solo, Rabu (22/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Keluarga korban pembunuhan, Eko Prasetio, 28, yang diwakili oleh sang ayah, Suharto, 58, meminta pihak kepolisian agar menjerat tersangka Iwan Andranacus, 40 dengan pasal pembunuhan berencana.

Menurutnya, pasal yang dijeratkan saat ini yakni 338 KUHP tentang Pembunuhan subsider 351 ayat 3 tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian kurang sesuai. Hal tersebut ditegaskan Suharto, Senin (27/8). 

Suharto meyakini, kasus yang merenggut nyawa anaknya tersebut sudah direncanakan. Salah satu yang menurutnya memperkuat dugaan tersebut adalah adanya jeda beberapa waktu sebelum tersangka menabrak anaknya di jalan KS Tubun, Manahan, Solo, Rabu (22/8) lalu.

Ayah Eko Prasetio
AYAH EKO: Ayah korban pembunuhan, Suharto, tengah memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (27/8).  (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Saya tidak terima dengan pasal yang disangkakan yakni 338 tentang Pembunuhan, seharusnya pasalnya 340 tentang Pembunuhan berencana," ungkapnya. 

Suharto juga mengaku kecewa dengan proses penanganan kasus yang menjadi perhatian masyarakat tersebut. Pasalnya, sebagai orang tua korban, dirinya tidak pernah dilibatkan. Selama ini pihak kepolisian hanya menggunakan mertua korban yakni Sutardi.

"Besan saya seharusnya mengajak saya, harus konfirmasi dengan saya. Karena itu anak saya sendiri," ungkapnya. 

Maka dari itu, Suharto pun kemudian menunjuk tujuh kuasa hukum untuk mendampinginya mengawal kasus yang menyebabkan anaknya meninggal dunia tersebut. Suharto berharap dengan adanya kuasa hukum tersebut, penanganan kasus dugaan pembunuhan itu bisa transparan dan juga profesional.

"Selama ini saya selalu bingung bagaimana mengklarifikasi setiap berita yang beredar," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up