JawaPos Radar

Sentra Industri Camilan di Desa Talok, Malang

Dua Hari Sekali, 10 Truk Kirim Camilan

27/08/2018, 10:31 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Camilan
CAMILAN: Camat Turen Mumuk Hadi menunjukkan salah satu hasil UMKM unggulan di Turen. (Tika Hapsari/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Desa Talok, Kecamatan Turen, Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), merupakan sentra produsen camilan. Warga setempat sudah memproduksi camilan sejak 20 tahun silam.

Salah satunya adalah Daning, 28. Menurutnya, desanya memang sudah menjadi sentra industri camilan sejak dirinya masih kecil. "Semua tetangga kebanyakan produksi camilan. Utamanya makaroni goreng gitu," kata lulusan Universitas Brawijaya itu.

Camat Turen Mumuk Hadi menjelaskan, hampir 30 persen warga di Desa Talok menjadi produsen camilan. Atau ada lebih dari 100 kepala keluarga yang menekuni pekerjaan itu. Ada yang diproduksi secara modern dan masih dengan cara tradisional.

Camilan
PRODUSEN: Salah satu pabrik yang memproduksi makaroni di Turen. (Tika Hapsari/Jawapos.com)

Bukan hanya makaroni, warga setempat juga memproduksi marning. "Aneka camilan diproduksi di desa ini. Namun kebanyakan memang makaroni dan marning," ungkap Mumuk, Senin (27/8).

Total produksi camilan dari Desa Talok mencapai ratusan ton. Mumuk mengaku dia tidak hafal secara detail mengenai jumlah total produksi camilan di desa tersebut. "Setiap dua hari sekali, ada 10 truk yang kirim camilan dan didistribusikan ke seluruh daerah," imbuh Mumuk.

Peta distribusi camilan hasil produksi di Desa Talok hingga ke Indonesia Timur dan hampir seluruh Pulau Jawa. Sejauh ini memang belum ada yang ekspor. Namun, ada salah satu pabrik yang sudah mulai menjajaki pasar luar negeri. "Ekspor belum, mohon doanya saja," ucap Mumuk.

(tik/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up