JawaPos Radar

Disuntik Difteri, Siswa SMK di Malang Histeris Ketakutan

27/08/2018, 21:10 WIB | Editor: Yusuf Asyari
Disuntik Difteri, Siswa SMK di Malang Histeris Ketakutan
Salah satu siswa yang menangis ketika akan disuntik difteri. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Kejadian lucu terlihat saat kegiatan suntik imunisasi difteri yang digelar oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Malang di SMK Putra Indonesia Malang (PIM), Senin (27/8). Beberapa siswa sempat berteriak histeris, menangis, bahkan hingga lari menjauhi petugas ketika akan disuntik.

Tidak hanya siswa perempuan, siswa laki-laki pun juga ada yang menangis saat jarum suntik menembus kulitnya. Hal itu pun membuat sebagian siswa lainnya tertawa melihat aksi lucu teman-temannya tersebut. Pasalnya, meskipun sudah berada di usia dewasa, mereka tetap menangis seperti anak kecil.

Kegiatan imunisasi difteri tersebut sebenarnya sudah dilakukan untuk yang kedua kalinya di sekolah ini. Ketua Bidang Marketing dan Kehumasan SMK PIM Chrystiana Trie Pudji Rejeki mengungkapkan, ada sekitar 400 siswa yang diimunisasi.

Disuntik Difteri, Siswa SMK di Malang Histeris Ketakutan
Salah satu siswa yang menangis ketika akan disuntik difteri. (Fiska Tanjung/JawaPos.com)

Dia pun mengatakan jika ada beberapa siswa yang sempat takut ketika akan disuntik. "Memang ada beberapa tadi yang sempat takut-takut, katanya memang dari kecil takut jarum suntik," ujarnya.

Sebagai informasi, Kota Malang merupakan salah satu dari 16 kota - kabupaten di Jawa Timur yang ditetapkan sebagai wilayah Outbreak Response Immunization (ORI) Difteri pada tahun 2018 ini. Penetapan tersebut karena di kota pendidikan ini terjadi peningkatan penderita difteri pada 2017 lalu.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kota Malang Husnul Muarif menerangkan, daerah yang ditetapkan sebagai ORI Difteri merupakan daerah yang sebelumnya belum pernah ditemukan kasus tetapi menjadi ditemukan dan ada peningkatan kasus.

"Sasaran ORI di Kota Malang ini mencakup 262.406 warga dengan rentang usia 1-19 tahun," ujar Husnul.

Dia menjelaskan, ORI bakal dilaksanakan dalam tiga periode. Periode pertama yakni pada Januari-Februari, yang kedua Maret dan terakhir September nanti. "Seluruh sekolah di Kota Malang sudah dijadwalkan untuk imunisasi," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up