JawaPos Radar

Dibumbui Isu SARA, Penanganan Kasus Eko Prasetio Diminta Dipercepat

27/08/2018, 19:47 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Tabrak Lari
TKP: Bermula dari cekcok, Eko Prasetio, 28, ditabrak oleh pengendara mobil di Jalan KS Tubun, Manahan, Solo, Rabu (22/8). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah pihak mulai angkat bicara terkait kasus dugaan pembunuhan yang melibatkan bos perusahaan cat di Jaten, Iwan Adranacus, 40. Pasalnya, kasus tersebut sudah merambah ke media sosial bahkan dibumbui dengan isu SARA.

Selain Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Solo, KH Subari, pakar hukum USN Dr Pujiyono juga turut angkat bicara. Pujiyono meminta kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Solo untuk segera menuntaskan kasus yang sudah menjadi perhatian masyarakat tersebut.

Hal ini ditujukan untuk meredam isu-isu yang sudah santer beredar sekarang ini. Mengingat, sejak kasus tersebut banyak berita tidak benar atau hoax. Bahkan isu-isu yang beredar disertai dengan isu SARA. 

"Kasus ini harus secepatnya dituntaskan, jangan sampai berlarut-larut, maka dari itu Polresta agar mempercepat proses kasus tersebut," ungkapnya, Senin (27/8).

Jika kasus tersebut berlarut-larut, lanjut Pujiyono, dikhawatirkan justru akan menimbulkan isu-isu yang tidak benar. Sehingga bisa semakin memprovokasi masyarakat. Selain itu, Pujiyono juga meminta kepada pihak kepolisian agar bersikap transparan, profesional dalam setiap proses yang dilakukan. Sehingga, masyarakat bisa mengetahui penanganan kasus tersebut. 

"Dalam penanganan kasus tersebut, polisi harus profesional. Tidak ada alasan untuk tidak segera menuntaskan kasus itu," katanya.

Sementara itu, mengenai banyaknya berita hoax dan menjurus ke SARA, pengajar di Fakultas Hukum UNS itu menambahkan, agar masyarakat bersikap cerdas dalam menyikapi setiap berita yang beredar. Jangan sampai, masyarakat justru terhasut dengan berita yang tidak benar. 

"Masyarakat jangan mudah terhasut, tanggapi setiap berita dengan wajar. Serahkan penanganan kasus tersebut sepenuhnya kepada penegak hukum," pungkasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up