alexametrics

Bisnisnya Menggurita, Dokter Tirta Belajar Secara Otodidak

27 Agustus 2018, 12:30:07 WIB

JawaPos.com – Menjadi pebisnis sukses pada usia muda, sebelumnya tak terbesit oleh dokter Tirta Mandira Hudhi, 27. Bahkan merintis dan menjalani beberapa usahanya yang kini mulai menggurita tersebut didapatkannya secara otodidak.

“Orang tua saya pegawai di Bank, saya belajar otodidak. Kesulitan dalam usaha, simpelnya sama pada umumnya. Kalau kita menjadi pegawai, kita akan mendapat gaji per bulan. Tapi kalau bisnis, kita seorang pengusaha harus memikirkan besok mau makan apa,” kata dokter Tirta, saat berbincang dengan JawaPos.com, Sabtu (25/8).

Meski sudah mempunyai beberapa usaha dan cukup menghidupi keluarga serta ratusan karyawannya, Tirta mengaku masih punya banyak mimpi yang harus dikejar. Salah satunya ke depan ingin mempunyai suatu klinik atau rumah sakit yang dapat mengakomodasi orang miskin.

“Hal-hal yang belum saya capai, saya selalu catat itu di rumah. Ketika saya salat, saya lihat target itu biar saya ingat target yang ingin saya capai. Saya belum puas dengan (pencapaian) diri saya sendiri,” katanya.

Ia berharap agar pemerintah ke depan semakin memperhatikan produk-produk atau Usaha Kecil Menengah (UKM) di negeri sendiri. Satu contoh dengan memperkenalkan wirausaha kepada generasi berikutnya sejak usia dini.

“Kalau bisa sejak SD (Sekolah Dasar) sudah diperkenalkan bagaimana berwirausaha. Jangan melulu soal akademik,” kata pria lulusan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta pada 2013 silam itu.

Tirta juga berpesan kepada generasi muda agar dalam mencari ilmu tak hanya di sekolah atau di kampus saja. Namun dapat ditemukan di manapun, seperti teman, jaringan, organisasi, maupun yang lainnya.

Sebab, menurutnya, ketika lulus menjadi sarjana dan tak mempunyai kemampuan lain tidak mendapatkan nilai plus. “Kalian akan dipandang sama saja. Hanya orang spesial dan memiliki kemampuan spesial yang akan dipilih oleh perusahaan ternama. Jadi kalian harus keluar cari ilmu di luar kuliah,” katanya.

Sementara jalan hidup yang menentukan diri sendiri. Pencipta, memang sudah menggariskan banyak takdir. “Dan tergantung manusia mau cari takdir kapan. Mau menggantungkan orang lain atau cari sendiri,” ucapnya.

Tirta sendiri saat ini sudah mempunyai sedikitnya 9 usaha. Seperti bidang tas, laundry sepatu, pengharum sepatu, hingga toko untuk titip jual sepatu dan sebuah start-up bernama Tukutu. Termasuk Shoes and Care yang kini sudah tersebar di kota-kota seluruh Indonesia, termasuk di Jogja.

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)



Close Ads
Bisnisnya Menggurita, Dokter Tirta Belajar Secara Otodidak