alexametrics
Melirik Bisnis Dokter Muda 'Shoes and Care'

Berdayakan Mantan Preman, Anak Jalanan hingga Napi dalam Usahanya

27 Agustus 2018, 11:21:42 WIB

JawaPos.com – Berprofesi sebagai dokter, tetapi juga sebagai bisnisman. Begitulah kiranya, kesibukan sehari-hari Tirta Mandira Hudhi. Selain berkecimpung di dunia medis, pria 27 tahun tersebut juga terjun dalam usaha jasa cuci sepatu, Shoes and Care.

Uniknya, dalam menjalankan bisnisnya di Jogjakarta tersebut, Tirta memberdayakan mantan preman, anak jalanan, hingga narapidana. Mereka semua dirangkul, dan diajak bersama-sama membangun bisnis yang berkaitan dengan urusan bersih-bersih alas kaki orang banyak.

Bukan tanpa alasan, Tirta mengajak mereka yang mempunyai track record negatif untuk diberi kesempatan menjadi karyawannya. Saat masih kuliah di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, ia mendapat beberapa nasihat dari dosennya.

Shoes and Care
Ketika ada orang yang dikesampingkan itu ingin masuk menjadi karyawannya, diberikan 3 peraturan. Yang pertama adalah harus disiplin, kedua tidak boleh mencuri, dan terakhir yaitu tidak berbohong. (Ridho/JawaPos.com)

Salah satu kalimatnya adalah, ‘Dunia akan menjadi lebih baik kalau kita memberi kesempatan kepada orang yang selalu dihina, selalu dianggap samping. Karena orang baik itu sudah jatahnya mendapat rejeki, tapi orang yang disepelekan itu yang kita harus bergerak‘.

Kalimat itulah yang sampai saat ini dipegangnya. Sejak 3 tahun lalu, ia memberikan kesempatan kepada orang-orang yang dikesampingkan itu. “Dan Alhamdulillah orang-orang itu sangat loyal sekali,” katanya.

Diakuinya, memang sempat timbul kekhawatiran dan masukan dari teman serta keluarga. Namun itu tak membuatnya bergeming dari niat baiknya. “Ada kekhawatiran, dari orang tua, teman, atau keluarga. Misal nanti kalau tokomu dirampok bagaimana, tapi yang saya lakukan adalah kami edukasi terlebih dahulu,” katanya.

Ketika ada orang yang dikesampingkan itu ingin masuk menjadi karyawannya, diberikan 3 peraturan. Yang pertama adalah harus disiplin, kedua tidak boleh mencuri, dan terakhir yaitu tidak berbohong.

Aturan simpel itu pun berhasil diterapkan. Karyawannya yang sebelumnya dipandang hina itu menjadi survive. Sudah banyak yang punya usaha sendiri, menikah, bahkan mampu membeli rumah.
Bahkan ada pula yang memilih untuk melanjutkan pendidikan kuliah di jenjang Strata 1 (S1) jurusan Sosiologi di salah satu universitas. Keberhasilannya merekrut mereka pun semakin meyakinkan pendapatnya.

Bahwa orang-orang yang selama ini dikesampingkan itu juga bisa melakukan hal seperti orang baik. Ketika mereka memang diberikan kesempatan untuk berkarya.

“Orang yang hidup di jalanan mereka rata-rata yang pengen survive, keinginan itu kuat sekali, dan mereka pengen banget keluar dari situ. Ketika berhasil, mereka akan loyal kepada kita,” katanya.

Shoes and Care, sebuah usaha cuci sepatu ini selain di Jogjakarta juga telah memiliki puluhan agen yang tersebar di seluruh Indonesia. Hampir separuh dari ratusan karyawannya merupakan orang-orang yang sebelumnya dikesampingkan.

Selain usaha cuci sepatu, juga masih ada 8 bisnis lain yang dijalankan oleh dokter ini. Seperti di bidang tas, laundry sepatu, pengharum sepatu, hingga toko untuk titip jual sepatu dan sebuah start-up bernama Tukutu.

Salah seorang karyawannya di gerai Shoes and Care di Jalan Cenderawasih, Demangan, Jogjakarta, Gembong Putro Aji, 30, mengaku sosok Tirta merupakan orang yang terbuka bagi karyawannya. Ia juga jago dalam menjalani bisnisnya. “Meski di sini sudah ada manajernya juga, tapi tetap handel. Tirta juga sering bantu-bantu langsung,” ucapnya

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : (dho/JPC)



Close Ads
Berdayakan Mantan Preman, Anak Jalanan hingga Napi dalam Usahanya