Baliho Tolak Deklarasi Ganti Presiden Bermunculan di Kota Malang

27/08/2018, 17:47 WIB | Editor: Budi Warsito
Salah satu baliho penolakan terhadap deklarasi tagar 2019 ganti presiden yang berada di Jalan Ahmad Yani Utara, Kota Malang.  (Fiska Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Sejumlah baliho yang bertuliskan penolakan terhadap deklarasi tagar 2019 ganti presiden mulai bermunculan dan terpasang di beberapa kawasan di Kota Malang, Senin (27/8). Salah satunya seperti yang berada di Jalan Ahmad Yani Utara, Kelurahan Polowijen, Kota Malang. Baliho tersebut bertuliskan "Malangku damai, kera ngalam menolak keras deklarasi #2019GantiPresiden".

Menanggapi hal tersebut, Plt Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, pihaknya telah melakukan pembersihan terhadap beberapa baliho. Pasalnya, baliho tersebut tidak sesuai dengan peraturan daerah. 

"Baliho-baliho (serupa) di Jalan Ijen sudah bersihkan," ujarnya.

Menurutnya, pembersihan tersebut dilakukan karena, pertama ditempatkan di wilayah yang terlarang. Kedua, baliho itu tidak mengantongi ijin.

Sutiaji mengungkapkan, untuk mengantisipasi adanya gerakan tagar 2019 ganti presiden di Kota Malang, pihaknya sementara ini tidak mengijinkan baliho apapun terkait pemilihan presiden (pilpres). "Sementara tidak dipakai dulu. Baik yang pro dan kontra," kata dia. 

Sementara itu, salah satu warga Jalan Ahmad Yani, Eni Sulistyowati, 62, mengaku jika baliho tersebut sudah ada sejak tiga hari yang lalu. Meskipun dirinya warga sekitar, Eni mengaku tidak mengetahui siapa yang memasang spanduk tersebut. 

"Bukan warga sini. (baliho) disini yang pasang jarang warga sini," katanya. 

Dia mengatakan, di kawasan tersebut sebelumnya ada tiga spanduk. Namun, sekarang hanya tersisa satu spanduk. Sebagai warga Kota Malang, Eni menginginkan pada momen Pilpres ini bisa berlangsung damai. "Pingin kedamaian saja. Nggak seneng kalau ada rame-rame," pungkasnya.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi