JawaPos Radar

2 Keponakan Disiksa, Uang Kiriman Dipakai untuk Kebutuhan Keluarga

27/08/2018, 17:32 WIB | Editor: Yusuf Asyari
2 Keponakan Disiksa, Uang Kiriman Dipakai untuk Kebutuhan Keluarga
Pelaku Suryanto hanya tertunduk dalam ekspos di Mapolresta Barelang. (Bobi/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Tindakan Suryanto terhadap dua keponakannya berbuntut masalah hukum. Suryanto menjadi tersangka kasus penelantaran dan tindak kekerasan terhadap anak di bawah umur. Pelaku mengaku tega melakukan kekerasan karena korban A, 3, dan R, 4, nakal.

Padahal, selama dua tahun dititipkan orang tuanya, Suryanto setiap bulannya mendapatkan bantuan biaya sebesar Rp 2,6 juta. Biaya tersebut dinilai sangat membantu untuk kebutuhan sehari-hari. Sebab, Suryanto telah menganggur lebih dari setahun.

Bukannya mendapat perlakuan layak, kedua balita tersebut justru mengalami penganiayaan. Seperti diberitakan sebelumnya, warga perumahan Central Park Residence, Batu Aji, Batam, dikejutkan dengan temuan dua bocah di bawah lima tahun (balita) pada Kamis (23/8) malam.

Kedua korban ditemukan berada di sebuah ruang di samping rumah pelaku. Ruangan tersebut terbuat dari papan tripleks dan lantainya masih berupa tanah.

Berada dalam ruangan tersebut kondisi kedua balita ini terlihat sangat memprihatinkan hingga membuat warga berinisiatif membawanya ke Mapolsek Batu Aji, Batam.

Suryanto mengaku, kerap kali menghukum kedua anak tersebut ketika mereka berbuat kenakalan. Tidak hanya itu, aksinya tersebut juga disertai dengan penganiayaan pada kedua bocah malang ini.

"Kalau mereka nakal dikurung di situ, kadang juga saya tampar," katanya ketika ditemui di Mapolresta Barelang pada, Senin (27/8).

Dengan tatapan yang terus tertunduk, pelaku mengaku menyesal berbuat kekerasasn terhadap anak dari abangnya tersebut. Akibat perbuatannya, kedua korban mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius.

Sementara itu, Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki mengatakan, perlakuan tidak manusiawi Suryanto diganjar dengan Pasal 77 B Undang-Undang No 17 tahun 2017 perubahan kedua atas Undang-Undang No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

"Saat ini masih dalam penyelidikan lanjutan oleh Polsek Batu Aji. Masih dilakukan pendalaman," kata Hengki menjelaskan.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up