alexametrics

Pemkab Bantul Tunggu Surat Resmi Terkait Ganti Rugi Sapi Terkena PMK

27 Juni 2022, 13:16:18 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Jogjakarta, masih menunggu surat resmi dari pemerintah pusat terkait pemberian ganti rugi kepada peternak yang sapinya dimusnahkan akibat terkena penyakit mulut dan kuku (PMK).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Bantul Joko Waluyo mengatakan, sudah mendengar berita tentang penggantian sebesar Rp 10 juta per ekor sapi yang dimusnahkan akibat terkena PMK. Namun, secara resmi belum mendapat surat dari pemerintah pusat.

”Kita masih menunggu surat resminya dari pemerintah pusat tentang ganti rugi itu, sehingga kami belum bisa memberikan informasi kepada masyarakat, karena sampai sekarang belum ada surat resmi,” kata Joko Waluyo seperti dilansir dari Antara, Senin (27/6).

Surat resmi dari pemerintah pusat terkait ganti rugi sapi tersebut penting sebagai acuan pemerintah daerah mengusulkan ganti rugi tersebut. Juga akan diketahui kriteria seperti apa sapi yang dimusnahkan akibat terkena PMK.

”Kriterianya bagaimana sampai sekarang belum ada resminya, apakah itu yang mati atau potong paksa, jadi kami belum bisa menjelaskan. Kalau sudah ada surat, kita langsung mengusulkan sesuai dengan kriteria,” ujar Joko Waluyo.

Berdasar informasi dari berita, salah satu kriteria yang mendapat ganti rugi akibat wabah PMK itu adalah peternak sapi skala usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). ”Kalau di Bantul sapi-sapi yang mati ada di peternak kecil, tapi yang positif itu terbesar di pedagang-pedagang,” papar Joko Waluyo.

Joko Waluyo menjelaskan, kasus PMK pada hewan ternak yang ditemukan di wilayah Bantul hingga Minggu (26/6) malam, sebanyak 2.109 ternak yang secara klinis positif terjangkit virus yang menyerang mulut dan kuku itu. ”Kemudian yang mati 10 ekor, potong paksa sebanyak 50 ekor, dan yang sembuh 312 ekor,” terang Joko Waluyo.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: