JawaPos Radar

Kemenhub Perketat Izin Berlayar di Danau Toba

27/06/2018, 10:31 WIB | Editor: Ilham Safutra
Kemenhub Perketat Izin Berlayar di Danau Toba
Deretan perahu nelayan tertambat di Pelabuhan Karangantu, Kecamatan Kasemen, Kota Serang. (Doni Kurniawan/Banten Raya)
Share this image

JawaPos.com - Pemerintah mengawasi ketat kapal yang akan berlayar di Danau Toba untuk mencegah kecelakaan kapal tenggelam. Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mengeluarkan petunjuk pengawasan penerbitan surat persetujuan berlayar (SPB) bagi kapal-kapal yang berlayar di perairan Danau Toba.

Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Kemenhub Junaidi mengungkapkan, prosedur baru penerbitan SPB itu diatur dalam surat edaran bernomor KL.202/1/14/DN-18 yang ditujukan untuk para pemilik atau operator kapal dan nakhoda.

"Selama ini SPB kapal-kapal yang berlayar di Danau Toba diterbitkan petugas pemegang fungsi keselamatan pelayaran angkutan sungai dan danau pada dinas provinsi/kabupaten/kota setempat," katanya kemarin (26/6).

Kemenhub Perketat Izin Berlayar di Danau Toba
Petugas membagikan life jacket kepada penumpang. (CECEP MULYANA/BATAM POS/ Jawa Pos Group)

Menurut Junaidi, dalam aturan baru, sebelum mendapatkan SPB, nakhoda harus mengajukan surat permohonan kepada petugas pemegang fungsi keselamatan pelayaran angkutan sungai dan danau pada dinas perhubungan (dishub) setempat. Selanjutnya, nakhoda membuat surat pernyataan (master sailing declaration). Nakhoda pun harus melampirkan dokumen atau surat-surat kapal dan manifes serta daftar penumpang.

Junaidi juga menegaskan, para pemilik atau operator kapal dan nakhoda berkewajiban memastikan kapal sebelum berlayar dilengkapi perlengkapan keselamatan dan alat pemadam kebakaran. "Nakhoda harus memastikan keadaan cuaca sebelum berlayar dalam kondisi baik dengan memantau prakiraan cuaca melalui website BMKG," katanya.

Sementara itu, pencarian korban KM Sinar Bangun yang memasuki hari kesembilan kembali dilakukan di Danau Toba. Kali ini tim menurunkan alat multibeam scan sonar dan multibeam echosounder untuk mendeteksi titik lokasi bangkai kapal.

"Sistem yang kami gunakan untuk mencari masih seperti yang kemarin," kata Kepala Kantor SAR Medan Budiawan di Posko SAR Pelabuhan Tigaras, Simalungun, kemarin. Tim juga mengerahkan 19 perahu karet untuk mencari para korban hilang di permukaan air. 

(lyn/gid/c9/agm)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up