alexametrics

2 Kasus Selama Mudik, Candaan Bom di Bandara Jadi Atensi

27 Juni 2018, 18:46:24 WIB

JawaPos.com – Candaan bom yang dilakukan beberapa oknum di Bandara banyak terjadi. Tercatat, selama mudik lebaran terdapat dua orang yang ditangkap. Mereka melakukan candaan bom di bandara.

Kedua oknum tersebut ditangkap di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang dan Bandara Internasional Minang Kabau di Padang.

Kepala Otoritas Bandara Wilayah VI, Agus Subagyo mengatakan isu candaan bom menjadi perhatian khusus pihaknya. Sebab, akibat candaan tersebut banyak pihak dirugikan. Seperti, penumpang harus diturunkan sehingga harus melakukan boarding ulang, serta mengganggu penerbangan.

Dengan kondisi ini tentunya sangat merepotkan dan merugikan baik bagi penumpang maupun bagi operator. “Rencananya awal bulan kami akan melakukan rapat evaluasi untuk membahas isu ini agar tidak terjadi kembali,” katanya saat ditemui di Bandara SMB II Palembang, Selasa (26/6).

Dengan rapat koordinasi tentunya akan dibahas aturan apa saja dan tindakan apa yang harus diambil agar dapat membuat jera para oknum tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan membuat sosialisasi kepada para penumpang untuk tidak melakukan candaan bom.

“Kami akan selalu sosialisasikan ini agar masyarakat tahu betapa bahayanya melakukan candaan bom di Bandara,” ujarnya.

Ia menerangkan, selama mudik lebaran pihaknya mendapati dua oknum yang melakukan candaan bom yakni di Bandara SMB II Palembang yang dilakukan oleh oknum siswa. Saat ini oknum tersebut sedang diproses verbal dan pihaknya juga akan berkomunikasi dengan sekolah tersebut agar memberikan contoh yang baik.

Kemudian yang kedua, pihaknya mendapati oknum TNI di Bandara Minang Kabau, Padang juga melakukan candaan bom. Saat ini oknum tersebut diproses lebih lanjut oleh POM Padang. “Kami harap kejadian ini tidak terulang lagi,” harapnya.

Selain menggodok aturan baru, pihaknya juga akan memperbaiki layanan penerbangan seperti keterlambatan penerbangan. Saat ini, menurutnya, keterlambatan penerbangan tidak terlalu mencolok.

Bahkan berdasarkan catatan waktu, ketepatan waktu terbang itu sudah mencapai 75 persen. Bahkan, ada juga yang sudah sampai 91 persen, artinya ketepatan waktunya sudah baik. Meskipun begitu, pihaknya akan berupaya optimal agar ketepatan waktu penerbangan ini terus dijaga.

“Kami akan terus lakukan evaluasi sehingga pelayanan tetap berjalan baik dan prima,” tutupnya.

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (lim/JPC)

2 Kasus Selama Mudik, Candaan Bom di Bandara Jadi Atensi