alexametrics

Kapolda Papua Sebut Enam Pendemo Luka Tembak Dalam Aksi Anarkis

27 Mei 2022, 21:46:14 WIB

JawaPos.com–Kapolda Papua Irjen Polisi Mathius Fakhiri menyatakan, unjuk rasa sekelompok warga di Jembatan Tor Atas berlangsung anarkis memaksa petugas Polres Sarmi menindak tegas mereka. Enam warga alami luka tembak.

Dari laporan yang diterima, Kapolda menjelaskan, pendemo yang bertindak anarkis itu awalnya menyerang Sekretaris Daerah (Sekda) Sarmi Elias Bakay hingga yang bersangkutan terluka di bagian kepala. Akibat aksi anarkis itu, petugas melepaskan tembakan peringatan ke pendemo yang menuntut ganti rugi pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas.

”Mereka terus menyerang dengan menggunakan senjata tajam dan senjata tradisional, seperti panah, yang menyebabkan tiga anggota terluka,” jelas Irjen Pol Fakhiri seperti dilansir dari Antara di Jayapura, Jumat (27/5) malam.

Dia menjelaskan, enam orang pendemo yang mengalami luka tembak yakni Rio Weiraso, Tandius Saroni, Izak Anabe, Leo Weraso, Dedeus Sarone, dan Esra Mamawiso. Insiden yang terjadi Jumat (27/5) sekitar pukul 17.00 WIT.

Kejadian itu berawal saat anggota Polres Sarmi berupaya membubarkan aksi pemalangan jembatan yang dilakukan sekitar 100 warga masyarakat gabungan dari Tor Atas, Apawer, serta Mafen Tor, yang menuntut pembayaran hak ulayat Jembatan Tor Atas. Pemalangan yang dilakukan sejak pukul 15.00 WIT itu menyebabkan lalu lintas dari dan ke Sarmi tidak bisa dilintasi.

Sekitar pukul 17.00 WIT, Sekda Sarmi Elias Bakay bersama personel Polres Sarmi yang dipimpin Kabag Ops AKP Josua Abba mendatangi TKP serta mengadakan pertemuan dengan massa yang melakukan pemalangan. Tapi tidak menemui titik terang terkait dengan pembayaran.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini:


Close Ads