JawaPos Radar

Kampung Monggak Sudah Tiga Minggu Tanpa Listrik

27/04/2018, 11:36 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Kampung Monggak
Pemukiman warga Kampung Monggak sudah lebih dari tiga minggu tidak teraliri listrik karena genset rusak. (Bobi Bani/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Warga Kampung Monggak, Kelurahan Rempang Cate, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), sudah lebih dari tiga minggu tidak mendapat suplai listrik. Genset yang menjadi satu-satu sumber tenaga linstrik di kampung tersebut rusak.

Rusaknya genset memang bukan yang pertama. Namun waktu perbaikan yang sampai tiga minggu tak kunjung selesai, cukup menyulitkan masyarakat. Terutama ketika beraktivitas di malam hari. "Beginilah kami. Tak tahu kapan mesin bisa hidup lagi. Rumah gelap semua. Buat ngecas HP saja susah," keluh Mariam, 51, warga kampung Monggak, Jumat (27/4).

Genset yang menjadi sumber listrik merupakan milik swasta. Sengaja disediakan untuk masyarakat dengan bayaran tertentu. Bantuan mesin genset dari pemerintah sebelumnya pernah ada. Namun sudah terbilang lama. Bahkan sebelum mesin milik swasta masuk ke kampung yang rata-rata warganya bermata pencaharian sebagai nelayan.

Saat ini, warga pesisir seperti di Kampung Monggak mendapatkan bantuan paket listrik dari tenaga surya. Tapi Peralatan itu hanya cukup untuk menghidupkan beberapa bola lampu. "Kami ada tenaga surya. Tapi cuma untuk lampu saja. Mana bisa untuk yang lain-lain. Kalau dipakai buat nonton TV tak kuat," ungkap Mariam.

Warga berharap perbaikan genset bisa segera dilakukan. Karena kegiatan warga cukup terganggu dengan ketiadaan listrik. Khususnya ibu rumah tangga yang peralatan dapur mereka banyak menggunakan listrik.

Dalam kondisi normal, masyarakat di kampung Monggak biasanya bisa menikmati listrik hanya beberapa jam saja sehari. Listrik dari genset hanya hidup pada pukul 18.00 WIB sampai 23.00 WIB. Hanya saat Lebaran dan ada musibah kematian di kampung, listrik baru dihidupkan sampai pagi. Itupun dengan membayar uang tambahan.

Untuk mendapatkan fasilitas listrik selama 5 jam dalam sehari, warga harus membayar antara Rp 45 ribu sampai Rp 50 ribu setiap minggunya. Harga itu terbilang mahal jika membandingkan dengan kemudahan listrik yang di dapat di perkotaan.

Mariam menambahkan, kabar masuknya aliran listrik dari PLN sudah pernah di dengar. Bahkan di beberapa pulau sudah teraliri listrik. Namun untuk di Kampung Monggak sendiri agaknya susah terealisasi. Karena kondisi geografis berada jauh dari akses aliran listrik PLN.

(bbi/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up