alexametrics

Pemprov Babel Ajukan Pembatasan Angkutan Udara Dan Laut

27 Maret 2020, 14:52:49 WIB

JawaPos.com–Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengajukan usul pembatasan operasional angkutan udara dan laut ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub), guna mengatasi penyebaran virus korona di daerah itu.

”Kita mendukung keputusan bersama yang mengusulkan membatasi penerbangan dan pelabuhan angkutan penumpang agar penanganan Covid-19 ini lebih serius,” kata Gubernur Kepulauan Babel Erzaldi Rosman Djohan seperti dilansir dari Antara pada Jumat (27/3).

Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Babel Naziarto mengatakan, usul pembatasan angkutan udara dan laut akan dimulai pada 28 hingga 30 Maret dan ini bersifat dinamis yang disesuaikan kondisi lapangan. Kemudian pada 31 Maret–6 April, angkutan udara dan laut dihentikan untuk sementara. Selanjutnya, pada 7 April dan seterusnya akan kembali seperti biasa yang disesuaikan perkembangan kondisi di lapangan.

”Langkah yang dilakukan ini untuk kebaikan kita semua, jadi masyarakat jangan resah. Kita bukan lockdown, tetapi penutupan ini bersifat sementara,” ujar Naziarto.

Dia menegaskan, keputusan untuk membatasi angkutan udara dan laut ataupun lockdown (karantina) merupakan kebijakan pemerintah pusat. ”Secara aturan berlaku, dalam melakukan pembatasan penerbangan dan lalu lintas kapal laut merupakan kewenangan Kementerian Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Udara dan Dirjen Perhubungan Laut. Oleh karena itu, pemerintah provinsi akan segera menyampaikan surat pengajuan pembatasan moda transportasi tersebut,” ujar Naziarto.

Dia menambahkan, untuk pelabuhan laut tidak akan ditutup secara statis, tetap dibuka hanya untuk angkutan barang. Untuk itu, Pelabuhan Pangkal Balam dan Pelabuhan Tanjung Ru tetap dibuka. Begitu juga untuk ASDP Roro di Belinyu dan ASDP di Muntok tetap dibuka hingga 27 Maret.

”Tindakan ini tentunya sudah dipikirkan Pemprov Babel melalui berbagai pertimbangan. Untuk memastikan tetap berjalan lancar, akan dilakukan SOP yang sesuai dengan ketetapan dari pemerintah pusat secara ketat,” kata Naziarto.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=KcSBoc6FwH8
 

 

 

 

Editor : Latu Ratri Mubyarsah



Close Ads