alexametrics

TKP Rusak, Anjing Pelacak Kesulitan Cari Jejak Pelaku Pemerkosaan

27 Maret 2019, 20:15:05 WIB

JawaPos.com – Polres OKI dibantu Polda Sumsel kembali melakukan Olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) kasus pemerkosaan dan pembunuhan. Anjing pelacak diturunkan untuk mempermudah mencari jejak para pelaku. 

Namun, upaya tersebut menemukan belum berbuah hasil. Pasalnya, TKP telah rusak sehingga anjing pelacak kesulitan mencari pelaku.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengakui belum ada hasil signifikan dalam olah TKP. Bahkan, anjing pelacak yang diturunkan pun hanya memutar-mutar dan kesulitan mencari jejak pelaku.

Hal ini dikarenakan TKP tersebut sudah rusak akibat banyaknya warga yang melihat TKP tersebut.

“Seharusnyakan kalau masih baru masih dapat dikejar dengan anjing pelacak, tapi sayangnya TKPnya rusak jadi kesulitan,” katanya saat ditemui, Selasa (27/3).

Karena itu, dirinya telah memerintahkan untuk lebih fokus terhadap hasil visumnya. Dari hasil visum diketahui jika korban diperkosa sebelum akhirnya dibunuh dengan dicekik.

Polisi juga menemukan sperma yang diduga milik pelaku. Dirinya pun telah meminta untuk dikirim Labfor agar dapat mengetahui DNA dari pelaku. 

“Kami belum dapat menarik kesimpulan terkait dengan motifnya. Tapi, memang telpon genggam milik korban hilang,” singkatnya.

Seperti diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Sumsel kini ikut membantu penyelidikan terhadap kasus dugaan pemerkosaan disertai pembunuhan terhadap korban vikaris atau calon pendeta, Melindawati Zidame, 24.

Melindawati ini ditemukan tewas dalam kondisi telanjang di Areal PT PSM Divisi 3 Blok F 19 Dusun Sungai Baung Desa Bukit Batu Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI). Penemuan ini pada pukul 04.30 WIB, Selasa (26/3). 

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : Alwi Alim



Close Ads
TKP Rusak, Anjing Pelacak Kesulitan Cari Jejak Pelaku Pemerkosaan