alexametrics
Kasus Dugaan Suap Wakil Ketua DPR

Dapatkan DAK untuk Purbalingga, Tasdi ‘Berguru’ ke Yahya Fuad

27 Maret 2019, 17:05:54 WIB

JawaPos.com – Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, mengaku pernah mencari tahu bagaimana memperoleh dana alokasi khusus (DAK) pada APBN tahun anggaran 2017 untuk wilayahnya. Dia pun berkisah sempat ‘berguru’ kepada Mantan Bupati Kebumen, Yahya Fuad untuk ini.

Tasdi, pada sidang pemeriksaan saksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Rabu (27/3), menyebut pertama kali mengetahui soal DAK ini pada saat rapat di gubernuran Jateng, Kota Semarang, 2016 silam. Saat itu, dia memperoleh informasi bahwa Kabupaten Kebumen mendapat tambahan dana, sementara daerahnya tidak.

Padahal, kabupatennya saat itu juga tengah memiliki polemik soal infrastruktur. Mirip Kebumen, yakni jalanan berlubang dan lain sebagainya. Yang butuh dibenahi dengan anggaran lebih.

Tasdi
Bupati Purbalingga nonaktif, Tasdi, mengaku pernah mencari tahu bagaimana memperoleh dana alokasi khusus (DAK) pada APBN tahun anggaran 2017 untuk wilayahnya. (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)

“Saya jadi bupati itu baru dan saya dilantik itu anggaran sudah ditetapkan. Purbalingga itu nggak dapat DAK, atau nol. Dan saya dapat info kalau Kebumen itu dapat Rp 100 miliar. Karena saya masih baru (sebagai bupati) saya cari tahu,” katanya kepada Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Rabu (27/3). 

Oleh karenanya, Tasdi pun bertanya kepada Yahya Fuad, Bupati Kebumen saat itu. “Saya dijelaskan sama Pak Yahya, pertama mengajukan proposal, waktu itu ditujukan ke DPR RI dan keuangan. Waktu itu belum detail dan beliau menyampaikan diurusnya melalui Pak Taufik (Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan,red),” bebernya.

Kesempatan Tasdi menemui Taufik pun tiba. Yakni saat Taufik menyambangi Kantor Bupati Purbalingga untuk sekedar transit sebelum menghadiri suatu acara. Tepatnya, pada Maret 2017. “Sempat cari tahu ke terdakwa. Tapi belum ada angka,” kata Tasdi.

Pertemuan berikutnya adalah sekitar bulan April 2017. Taufik datang lagi ke Purbalingga ditemani Ketua DPW PAN Jateng, Wahyu Kristianto. Saat itu, terdakwa menyatakan mau mengupayakan DAK bagi Kabupaten Purbalingga sebesar antara Rp 50-100 miliar, termasuk caranya.

“Sudah ada pembicaraan tapi belum ada besaran fee-nya. Setelah sore harinya baru ada rapat antara Pak Sekda (Sekda Purbalingga, Wahyu Kontardi) dengan Wahyu Krisitanto, lalu muncul angka 5 persen (untuk terdakwa),” ungkapnya.

Angka itu akhirnya disepakati bersama dan info yang ia terima, fee itu nantinya diserahkan melalui Wahyu Krisitianto. Pihak Tasdi pun menunjuk Kepala Badan Keungangan Kabupaten Purbalingga, Samsurijal Hadi alias Hadi Gajut untuk menyerahkannya.

Pada pertengahan bulan Agustus 2017, uang sejumlah Rp 1,2 miliar pun diserahkan ke pihak terdakwa melalui Wahyu Kristianto di rumahnya, Jalan Mandiraja Wetan, Banjarnegara. Sebagai bentuk komitmen fee atas realisasi penambahan DAK Kabupaten Purbalingga yang pada akhirnya cuma Rp 40 miliar. Uang ini lalu diserahkan ke Taufik Kurniawan setelahnya.

Seperti diketahui Wakil Ketua DPR, Taufik Kurniawan diseret ke meja hijau karena dugaan kasus suap pengurusan dana alokasi khusus (DAK) Kabupaten Kebumen. Pada saat sidang dakwaan Rabu (20/3) kemarin, terungkap pula jika politikus Partai Amanat Nasional (PAN) itu terlibat dalam pengaturan DAK Kabupaten Purbalingga.

Taufik, dalam dakwaannya, disebut menerima Rp 3,6 miliar dari Yahya Fuad. Sementara dari Tasdi, dia mendapat Rp 1,2 miliar. 

Editor : Sari Hardiyanto

Reporter : Tunggul Kumoro



Close Ads
Dapatkan DAK untuk Purbalingga, Tasdi 'Berguru' ke Yahya Fuad