alexametrics

Indonesia Jangan Jadi Penonton Perkembangan E-Commerce Asia Pasifik

27 Februari 2019, 23:05:26 WIB

JawaPos.com – UMKM dinilai sangat berpotensi dalam meningkatkan perekonomian masyarakat Indonesia. Selayaknya, kemajuan teknologi dijadikan sebagai wadah pemasaran produk UMKM untuk merambah pasar internasional.

“Wirausaha UMKM menjadi mesin pertumbuhan dan pengembangan ekonomi. Negara harus memfasilitasi agar UKM berkembang dan dapat bersaing dengan pelaku usaha tingkat global di era digital ini,” sebut Staf Ahli Menteri Perdagangan Bidang Iklim Usaha dan Hubungan Antar Lembaga, Suhanto di Auditorium Kampus UNP, Rabu (27/2).

Sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar ke empat di dunia, potensi ekonomi digital Indonesia menjadi daya tarik bagi para techno preneur kelas dunia. Salah satu contohnya, perusahaan e-commerce ternama Alibaba pun masuk ke Indonesia melalui akuisisi Lazada.

“Ini menjadi peringatan jika pelaku usaha luar negeri sudah melihat besarnya potensi ekonomi digital di Indonesia,” katanya.

Saat ini, lanjut Suhanto, perkembangan transaksi jual beli lewat jaringan elektronik kian besar di Asia Tenggara. Sehingga, sudah selayaknya Indonesia pun memanfaatkan momentum ini agar bisa bersaing dalam percaturan perekonomian internasional.

Dari laporan Tech Crunh, Asia Tenggara siap menjadi pasar e-commerce terbesar ke tiga dunia dengan pertumbuhan dua digit per tahun. Sedangkan e-marketer memprediksi, penjualan melalui e-commerce di Asia Pasifik diperkirakan akan menembus 2.72 triliun dolar AS pada tahun 2020, naik dari pencapaian 2018 yang hanya sebesar 1 triliun dolar AS.

“Perdagangan online pesat. Kita jangan hanya sebagai pasar. Indonesia harus berani tampil sebagai produsen sekaligus memasarkan produk. Indonesia jangan hanya jadi penonton,” kata Suhanto.

Editor : Budi Warsito

Reporter : Riki Chandra

Copy Editor :

Indonesia Jangan Jadi Penonton Perkembangan E-Commerce Asia Pasifik