alexametrics

Medan yang Berat, BNPB Sulit Tangani Dampak Gempa Papua

27 Februari 2018, 17:31:01 WIB

JawaPos.com – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengalami kendala berat dalam menangani dampak gempa yang melanda Kabupaten Boven Digoel, Papua pada Senin (26/2) lalu.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Papua Weliiam R. Manderi menyebut, salah kendala untuk menyusuri kawasan Digoel yakni medan yang berbukit-bukit.

“Medan yang sulit dan minimnya sarana komunikasi menyulitkan koordinasi di lapangan,” terang Weliiam dalam keterangan tertulisnya, Selasa (27/2).

Medan yang Berat, BNPB Sulit Tangani Dampak Gempa Papua
Masjid Al-Muhajirin di Distrik Mindiptana Kabupaten Boven Digoel yang rusak parah diakibatkan gempa, Senin (26/2). (Humas Polres Boven Digoel For Radar Merauke)

Saat ini, sebut Welliam, saat ini para korban sangat membutuhkan bantuan logistik, seperti makanan, suplai air, dan pelayanan medis. Pelayanan medis itu berupa tenaga kesehatan, peralatan dan obat-obatan.

Lebih jauh dia menyebut, hingga kini di Digoel belum ada BPBD. Hal itu membuat BPBD Papua harus bekerja sama dengan Polres dan Humas Pemda setempat guna menyalurkan logistik ke Kabupaten Boven Digoel. Bahkan aparat polres dan TNI melakukan evakuasi masyarakat yang terdampak bencana.

Dari data sementara disebutkan, kerusakan atas gempa dengan kekuatan 7,6 SR itu mengakibatkan kerusakan pada 4 rumah, 1 masjid, 1 puskemas rusak di Distrik Mindiptanah. Selain itu ada 2 rumah rusak dan 1 bangunan PDAM rusak berat di Waropko. Di Arimop terdapat 1 rumah, 1 sekolah dan 1 kantor distrik yang rusak.

“Di samping kerusakan, gempa memicu longsor dan kerusakan jalan di Waropko. Hingga kini, kaji cepat masih terus dilakukan,” terangnya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (rgm/JPC)



Close Ads
Medan yang Berat, BNPB Sulit Tangani Dampak Gempa Papua