JawaPos Radar

Jokowi Apresiasi Program Padat Karya Tunai di Tabanan

27/02/2018, 17:42 WIB | Editor: Imam Solehudin
Jokowi dan Bupati Tabanan
Presiden Joko Widodo dan Bupati Tabanan, Ni Putu Eka di Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali. (Ist/Jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com - Presiden Joko Widodo mengapresiasi program Padat Karya Tunai Pemerintah Kabupaten Tabanan.

Hal tersebut diungkapkannya ketika melakukan kunjungan kerja ke Tabanan, Jumat (23/2). Di sana, Jokowi melihat langsung program padat karya tunai yang berada di Desa Kukuh, Kecamatan Marga Kabupaten Tabanan Provinsi Bali.

Jokowi mendorong Pemerintah Kabupaten Tabanan agar segera melaksanakan program padat karya tunai lainnya untuk meningkatkan penyerapan anggaran.

"Saya sangat mengapresiasi kinerja cepat dari Pemkab Tabanan. Saya akan mendorong daerah lain untuk segera melaksanakan program PKT dalam rangka meningkatkan penyerapan anggaran di tiap-tiap daerah," Jokowi melalui siarang persnya kepada awak media, Selasa (27/2).

Jokowi menjelaskan, program padat karya tunai tersebut dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan daya beli masyarakat di daerah-daerah, terutama pedesaan.

"Pola padat karya tunai ini betul-betul diharapkan bisa mendongkrak peredaran uang di desa. Termasuk meningkatkan daya beli dan meningkatkan konsumsi masyarakat. Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran program padat karya tunai untuk tahun 2018," ujarnya.

Di tempat yang sama, Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti menambahkan program padat karya tunai yang dilakukan di Kabupaten Tabanan diwujudkan dalam bentuk pembangunan irigasi kecil dan jalan produksi.

Rencananya, pengerjaannya untuk saluran irigasi akan dikerjakan selama 50 hari dan jalan produksi selama tiga bulan.

“Jalan produksi yang hendak dibangun warga tersebut panjangnya mencapai 592 meter. Nilai proyeknya mencapai Rp 600 juta. Sedangkan untuk pembangunan irigasi akan melibatkan 150 orang. Nilai proyeknya mencapai Rp 675 juta dengan panjang mencapai 600 meter dan dikerjakan selama 50 hari," beber Bupati Eka.

Dia juga menambahkan, untuk upah yang diterima warga dalam padat karya tunai adalah Rp 125 ribu per hari untuk tukang dan Rp 85 ribu per hari untuk pekerja.

Eka berharap program yang dibuatnya ini bisa sukses dan dapat menjadi contoh untuk program lainnya,

"Padat karya merupakan sebuah program yang baik untuk masyarakat Indonesia. Kami ingin program ini bisa sukses dan menjadi contoh untuk pembuatan program-program lainnya," tutup Eka.

(mam/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up