JawaPos Radar

Banyak OTT, Mendagri: Lha Mosok Mengawasi 24 Jam

27/02/2018, 20:45 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo saat ditemui dalam Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Regional I 2018 di Jogjakarta, Selasa (27/2) (Ridho Hidayat/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com – Banyaknya kepada daerah yang terkena Operasi Tangkap Tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo lagi-lagi angkat bicara.

Tjahjo mengaku tidak mungkin dapat melakukan pengawasan secara penuh kepada seluruh pemimpin daerah. Hal itu sudah diungkapkannya sewaktu pertemuannya di Gedung KPK pada Senin (26/2) silam.

"Hanya intinya KPK menyampaikan area rawan korupsi itu harus dipahami, lha kok masih ada OTT, lha mosok harus mengawasi (24 jam). Kan gak," katanya di sela acara Rapat Koordinasi Teknis Perencanaan Pembangunan Regional I 2018 di Jogjakarta, Selasa (27/2).

Menurut dia, yang mengetahui ada tidaknya jual beli jabatan atau tindak pidana korupsi hanyalah, diri sendiri dan Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena itu, pihaknya meminta kepada setiap kepada daerah paham dalam mengelola kebijakan maupun anggarannya.

Selain menyoroti persoalan OTT, pihaknya meminta kepada setiap kepala daerah agar dapat menyukseskan pelaksanaan Pilkada Serentak 2018 maupun Pilpres 2019 mendatang. Pihaknya mewanti-wanti adanya politik uang, kampanye berujar kebencian, fitnah maupun isu SARA.

"Ini tahun politik, sesuatu hal yang wajar-wajar saja. Pemerintah optimis karena didukung oleh kepolisian, TNI untuk mengamankan Pilkada. Kita lawan politik uang, untuk membangun Pilkada dan Pemilu yang benar," pungkasnya.

(dho/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up