alexametrics

Gandeng TNI, Kunci Sukses Jatim Turunkan Kasus Covid-19

26 November 2021, 20:59:06 WIB

JawaPos.com–Menggandeng Tentara Nasional Indonesia diakui Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai salah satu kunci menurunkan Covid-19 di wilayahnya.  Saat pandemi Covid-19, Pemprov Jatim menyebut empat pilar di tingkat desa meliputi babinsa, babinkamtibmas, bidan desa, lurah atau kepala desa, semuanya menyatu.

”Betapa  sinergi, kolaborasi, dan partnership di antara mereka harus terbangun hingga kami di Provinsi Jatim juga harus terkoneksi dan terbangun,” ujar Khofifah dalam acara pembekalan Komandan Kodim TNI AD Tahun 2021 bertema, Membangun Sinergitas Pemerintah Daerah di Jajaran Provinsi Jatim dengan Instansi Vertikal dalam Mengatasi Permasalahan di Jatim di Pusat Pendidikan Teritorial (Pusdikter) Pusterad TNI AD, Bandung Barat, Jumat, (26/11).

Menurut dia, sharing pemikiran di antara seluruh stakeholder sangat penting dilakukan. Mengingat, Indonesia sangat luas dan beragam. Terdiri atas berbagai macam suku, agama, ras, budaya, Bahasa, dan golongan.

Khofifah berharap terus dibangun kolaborasi, sinergi, dan  partnership di seluruh sector. Dengan pola pikir inklusif untuk saling menghormati, percaya, dan memahami pemikiran satu dengan yang lain.

”dengan begitu, muncul trust understanding, respect di antara seluruh elemen di negeri ini khususnya Jatim. Sekali lagi, saya merasa terhormat bisa berbagi proses, seperti yang sudah kita lakukan di Jatim,” jelas Khofifah.

Menurut dia, dengan sinergi, koordinasi, dan kolaborasi yang kuat antar seluruh stakeholder berbagai program pembangunan bisa terlaksana dengan baik. Pun, demikian jika terjadi gejolak atau permasalahan bisa segera diredam dan diselesaikan.

Menurut Khofifah, banyak permasalahan yang sifatnya kompleks tidak dapat diselesaikan sendiri. Oleh karena itu, dibutuhkan strong partnership, sinergi, dan kolaborasi di antara seluruh elemen strategis mulai tingkat provinsi, kota, dan desa.

Sementara itu, Komandan Pusat Teritorial TNI AD Letjen TNI Teguh Arief Indratmoko mengatakan, pembekalan semacam itu perlu diimbangi dengan masukan dari pejabat negara seperti Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Dengan demikian, pengetahuan dan pengalaman gubernur sebagai pemimpin daerah mampu diserap sekaligus menjadi nilai tambah pandangan strategis bagi komandan kodim dalam menghadapi tantangan ke depan.

”Ini momentum untuk menyerap ilmu dan pengalaman dari Gubernur Jawa Timur. Beliau merupakan figur negarawan yang patut menjadi teladan. Karena berpola pikir integral, holistic, dan sistemik dalam membangun bangsa, khususnya di wilayah Jatim. Dengan demikian, pengabdian prajurit TNI dapat terkoneksi dengan pimpinan di daerah,” tutur Teguh.

Pembekalan Dandim Tahun 2021 digelar selama 3 minggu. Diikuti 149 pejabat Dandim. Pembekalan itu, kata Teguh, memiliki nilai strategis. Mengingat, para Dandim sebagai ujung tombak TNI AD dalam mengemban tugas pemberdayaan wilayah pertahanan, membantu menjaga stabilitas dan konduktivitas wilayah, serta membantu tugas pemerintah di daerah.

”Saling bahu-membahu bersama komponen bangsa untuk mengambil peran membangun Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” ucap Teguh Arief Indratmoko.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Reporter : rafika




Close Ads