alexametrics

Temuan 2 Karung Narkoba, Polisi Sebut Gembongnya Masih DPO

26 November 2018, 17:50:01 WIB

JawaPos.com – Gembong sindikat peredaran dua karung narkoba yang ditangkap di pelabuhan Rakyat Bojonegara, Cilegon, Banten, Minggu (25/11) kemarin, ternyata DPO kelas kakap. Dia pernah berusan dengan kepolisian atas tindak pidana kasus pencurian dan kekerasan.

Kasatnarkoba Polres Metro Jakarta Barat AKBP Erick Frendriz menjelaskan, gembongnya masih DPO, berinisial HT. Dia merupakan penguasa jaringan narkoba di Jakarta dan Bogor. Bahkan, HT diketahui sudah dua kali keluar masuk penjara beberapa waktu lalu.

“Yang bersangkutan sebelumnya pernah diidentifikasi. Dia pelaku pencurian dengan kekerasan, dan kedua karena narkoba. Sekarang dia DPO,” ujar Erick usai memberikan keterangan pers di Mapolres Jakarta Barat, Senin (26/11).

Saat berada di dalam lapas, HT bertemu dengan jaringan bandar-bandar narkoba di dalam lapas. Karena itu, setelah keluar dia mengendalikan narkoba dalam jumlah lebih besar.

Hasil pengungkapan lain, kapal yang digunakan untuk mengedarkan dua karung narkoba jenis sabu-sabu dan ekstasi itu disewa dari seorang nelayan di Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Bojonegara.

“Kapal itu dibeli, kemudian kaptennya dijanjikan ongkos Rp 7 juta per pengiriman. Namun baru dibayar Rp 2 juta. Kapten berinisial LS juga ditetapkan sebagai tersangka,” ujarnya.

Sebelumnya, Satnarkoba Metro Polres Jakarta Barat berhasil mengamankan lima tersangka peredaran narkoba dua karung di Pelabuhan Bojonegora, Cilegon. Masing-masing berinisial HA, 41; APP; 30; dan LS, 36 (kapten kapal), DW, 38 dan PR, 34.

Polisi memastikan, barang bukti dua karung warna putih berisi 44 paket sabu seberat 44.000 gram dan 4 bungkus plastik berisi 20.000 butir ekstasi berwarna merah itu merupakan sindikat pengedar narkoba tersebut terafiliasi jaringan internasional Taiwan dan Tiongkok.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : (wiw/JPC)


Close Ads
Temuan 2 Karung Narkoba, Polisi Sebut Gembongnya Masih DPO