JawaPos Radar

135 Pasangan Suami Istri Ini Puluhan Tahun Tak Punya Surat Nikah

26/11/2017, 16:57 WIB | Editor: Soejatmiko
Puluhan tahun tak punya surat nikah
Sumringah: Pasangan nikah masal yang digelar oleh Fatayat NU Kabupaten Malang. (foto: Tika Hapsari/jawapos.com)
Share this image

JawaPos.com — Rona bahagia tersirat jelas dari wajah ratusan pasangan pengantin. Usia mereka sudah tidak lagi muda. Usia mereka umumnya berkisar antara 35 hingga 55 tahun. Namun kebahagiaan mereka tidak ubahnya seperti pengantin baru.

Mengenakan make-up lengkap seperti pengantin, bahkan tidak sedikit yang mengenakan beskap untuk laki-laki dan kebaya untuk perempuan. Beberapa di antara mereka bahkan membawa serta anak yang masih berusia belasan tahun.

Ya, ratusan pengantin itu merupakan peserta nikah masal. Meskipun sudah menikah bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak tercatat di Kementerian Agama ataupun Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Selama itu pula mereka tidak memiliki buku nikah. Bisa dikata, ratusan pasangan tersebut adalah pasangan siri.

Namun, saat ini mereka bisa bernafas lega. Melalui nikah masal dan sidang isbat yang digelar oleh Fatayat NU Kabupaten Malang, di gedung Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Wajak, pernikahan para pasangan itu sudah tercatat oleh pemerintah dan diabadikan dalam buku nikah.

Salah satu peserta nikah masal, Manan (43) dan Sugiarti (53), sudah sejak tahun 1989 menikah dan dikaruniai seorang anak. Namun, selama 28 tahun mengikat janji suci, pasangan ini belum juga mendapatkan surat nikah. "Oleh Pak Modin tidak diberi surat nikah, surat kami tidak keluar padahal nikah resmi," kata dia, kepada JawaPos.com.

Selama 28 tahun tidak memiliki buku nikah, mereka kesusahan untuk mengurus akta kelahiran anak semata wayangnya. "Mau masuk SMP, tidak bisa karena akta lahir tidak ada. Kami juga tidak ada surat nikah akhirnya kesusahan," tegas dia.

Pasangan lain, Nuria (37) dan Sodikul Amin (38) warga asal Desa Pandanrejo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang juga tidak punya surat nikah sejak 18 tahun lalu.

Sejak awal mereka menikah, penghulu nikah mereka tidak memberikan surat, sehingga tidak dicatat dalam Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Kementerian Agama. "Belum keluar dari dulu, mau ngurus sendiri juga mahal. Akhirnya ikut nikah masal dari Fatayat. Tahunya dari perangkat desa," tegas dia.

Sebanyak 135 pasangan suami istri yang belum memiliki surat nikah mengikuti nikah masal. Sebelumnya, mereka didandani oleh para beauty consultant dari salah satu produsen make-up. Kemudian, diarak sejauh 500 meter dari kantor Kecamatan Wajak ke kantor Majelis Wakil Cabang NU Kecamatan Wajak.

(tik/ce1/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up