alexametrics

Perusahan Telekomunikasi Hanya Bangun Daerah yang Menguntungkan

26 Oktober 2018, 11:31:28 WIB

JawaPos.com – Pembangunan infraktruktur Information and Communications Technology (ICT) yang diserahkan pelaku usaha mengakibatkan kurang meratanya akses informasi. Perusahan teknologi dan telekomunikasi hanya membangun daerah yang secara finansial menguntungkan atau memperoleh return of investement yang cepat sehingga pembangunan dilakukan di kota besar.

Fakta ini mendorong pemerintah menjembatani dengan memenuhi kebutuhan finansial pelaku usaha dan memenuhi kebutuhan masyarakat akan akses komunikasi.

“Mengingat infastruktur ICT menjadi kebutuhan yang mendasar harus dimiliki masyarakat, perusahaan bisa membangun atas jaminan pemerintah. Pemerintah akan membangun infrasktur ICT yang belum dibangun pengusaha telko,” kata Direktur Jenderal Sumber Daya Perangkat Pos dan Informatika Kementerian Komunikasi dan lnformatika, Ismail, Jumat (26/10).

Diiharapkan, kata Ismail, sebelum tahun 2019 seluruh wilayah kabupaten/kota sebelum 2019 bisa mendapatkan akses internet.

“Memang tidak semua menggunakan fiber optic sehingga saat ini sedang tender satelit yang yang nantinya aksesnya bisa di direct ke daerah-daerah yang belum terjangkau layanan telekomunikasi. Pemerintah berusaha mempersiapkan infrastruktur ICT yang mencover seluruh Indonesia,” katanya.

Disebutkan, saat ini Indonesia memiliki populasi terbesar ke-5 di dunia dengan jumlah penduduk 264 juta, sebanyak 137 juta aktif di social media menjadikan Indonesia menjadi market yang penting.

“Di Indonesia penggunanya usia produktif. Ini beda dibandingkan negara maju yang penggunanya tinggi namun banyak digunakan orang yang tidak produktif. Ini bisa menjadi keuntungan yang luar biasa,” ujar Ismail.

Meski market besar, hingga saat ini Indonesia belum menjadi tuan rumah karena belum banyak aplikasi produk lokal.

Menyinggung tentang Revolusi lndustri 4.0. pemanfatan dan pertumbuhan teknologi tidak bisa dibendung dan industri mengalami penyesuaian berupa peningkatan efektivitas dan etisiensi. Agar tidak terdisrupsi. kolaborasi menjadi kata kunci untuk wujudkan inovasi.

‘lnovasi dusruptif merupakan keniscayaan. Kolaborasi lirrtas disiplin ilmu dan lintas industri menjadi cara agar kita semua dapat menghadapi datangnya revolusi industri 4.0,” ujarnya.

Ketua Panitia lnnoscape 2018, Fathony Rahman mengatakan, lnnoscape 201 8 mendorong penyampaian gagasan akademisi, peneliti, dan pihak lain yang tertarik dari seluruh dunia melalul penulisan karya ilmiah yang mengusung tema Perspektif Teknologi, Bisnis, dan Kemasyarakatan.

“Karya yang masuk, nanti akan dibahas di Parallel Session Tracks yang meliputi inovasi digital, pangan dan kesehatan, inovasi keuangan, inovasi di sektor pariwisata, inovasi sosial, dan kelestarian lingkungan,” ungkapnya.

Rektor Universitas Prasetiya Mulya Djisman S. Simandjuntak menyatakan dalam rangka menyongsong era disrupsi, pihaknya mendorong anak didiknya untuk wujudkan sinergi antara sektor teknologi dan bisnis. Caranya melalui lewat konsep Learning by enterprising atau konseptualisasi dan implementasi bisnis berbasis tim yang berorientasi pada lahirnya jiwa kewirausahaan pada anak didik sejak bangku kuliah.

“Saya berharap konsep pembelajaran ini dapat mendukung terciptanya keunggulan pada mahasiswa kami sehingga, pada akhirnya, mereka siap untuk menghadapi era disrupsi,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Prasetiya Mulya Yudi Samyudia mengatakan, agar unggul dan bisa menghadapi tantangan perlu berinovasi dan berkolaborasi dengan ilmu disiplin yang lainnya.

“Sudah saatnya merobohkan dinding yang memisahkan antara sain teknogi dengan bisnis sehingga bisa menembus sampai ke aspek ekonomi. Ini yang dikembangkan di Prasetiya Mulya,” katanya.

Yudi menambahkan, tahun 2030 mendatang Indonesia akan memperoleh bonus demografi yakni angkatan kerja lebih banyak dibanding orangtua dan bayi. “Karaktristik angkatan kerja adalah konsumtif dan inovatif sehingga jika ingin menghasilkan yang produktif harus ditanamkan dari sekarang. Kalau gagal kita menjadi negara yang mengonsumsi produk dari luar,” katanya.

Erman Aminullah dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia mengatakan, Innoscape sangat pas dalam kontek kekinian. “Inovasi akan mempengaruhi segala aspek, sistem binis, perilaku manusia dan mempengaruhi regulasi. Terjadi perubahaan minside dari cara-cara reguluasi yang menghambat menjadi mendorong mengaktulisasi dab mengaklerasi,” katanya

Editor : Dyah Ratna Meta Novia

Reporter : (met/JPC)



Close Ads
Perusahan Telekomunikasi Hanya Bangun Daerah yang Menguntungkan