JawaPos Radar

Suami Dibui, Istri Nekat Mencuri

26/10/2016, 16:46 WIB | Editor: fimjepe
Suami Dibui, Istri Nekat Mencuri
Ilustrasi (dok.JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com- Belitan utang dan pemenuhan kebutuhan sehari-hari membuat Titik Ernawati gelap mata. Perempuan 38 tahun itu nekad mencuri ratusan gram perhiasan emas di toko majikannya dengan nilai ratusan juta.

”Saya bertugas di bagian penghitungan stok kalung, saat sepi saya masukkan beberapa kalung ke tas,’’ akunya di depan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kota Madiun.

Karyawati salah satu toko emas di Jalan Kutai Kota Madiun itu melakukannya berulang selama setahun antara Agustus 2015 hingga Juli 2016. Titik bekerja di toko tersebut sejak 2009 silam. Titik jadi tulang punggung keluarga sendirian setelah suaminya dipidana tahun lalu. Setiap bulan, juga harus mengangsur kredit motor.

Minggu pertama Agustus 2015, Titik mencuri dua item kalung emas. Keesokan harinya perhiasan emas itu dijual kepada temannya atau pembeli emas eceran tidak jauh dari toko tempat dia bekerja. ”Ada yang ke ibu Sam, Marinah, Sikem dan Santi,’’ ungkap warga Kelurahan Demangan, Kecamatan Taman, Kota Madiun ini.

Aksi panjang tangan itu terus berlanjut hingga total mencapai 172 item. Terdiri dari 139 item kalung, 26 item cincin pria dan tujuh item cincin perempuan. Beratnya beragam, mulai 2,5 enam gram. Nominalnya mencapai Rp 400 juta. ”Ada yang saya jual dan ada juga yang saya pakai membayar utang,’’ ujarnya.

Kepada majelis hakim yang diketuai Ni Kadek Kusuma Wardani, Titik mengaku paling banyak bertransaksi dengan Santi. Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, juga untuk membeli perhiasan emas di toko tempatnya bekerja.

Sikem, salah seorang saksi yang dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Didik Ibayanta, mengaku diberi upah Titik Rp 50 ribu setiap kali menjualkan perhiasan emasnya. Sikem mengaku 10 kali disuruh Titik. Dia tidak curiga jika barang-barang itu curian karena sering melihat Titik memakai perhiasan emas. ‘’Emas yang dijual tidak pernah ada suratnya,’’ bebernya.

Atas perbuatannya JPU menjerat Titik dengan pasal 374 KUHP jo pasal 64 ayat (1) KUHP tentang penggelapan dalam hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untuk itu. Dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara. (rgl/sat/JPG)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up