JawaPos Radar

Tak Sampai Satu Jam, 1.500 Ayam Gratis Ludes

26/09/2018, 11:37 WIB | Editor: Sofyan Cahyono
Ayam
AYAM GRATIS: Salah seorang warga menunjukkan ayam gratis yang didapatkannya dalam saat pembagian ayam yang dilakukan oleh Pinsar di Pasar Jongke, Solo, Rabu (26/9). (Ari Purnomo/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Ribuan warga memadati lokasi pembagian ayam hidup gratis di Pasar Jongke, Solo, Rabu (26/9). Mereka bahkan datang beberapa jam sebelum pembagian dilakukan panitia. Warga yang datang tidak hanya dari Solo, tetapi se-eks Karesidenan Surakarta.

Pembagian ayam gratis diadakan Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Pedaging eks Karesidenan Surakarta. Setelah acara dibuka panitia, pembagian pun langsung dilakukan. Warga yang sudah mengantre lama, satu per satu maju menuju ke tempat petugas pembagi.

Bagi warga yang sudah mendapatkan ayam langsung diminta mencelupkan jarinya ke tinta yang sudah disiapkan. Di awal pembagian, acara berjalan lancar dan terkendali. Namun beberapa saat kemudian warga yang datang semakin banyak.

Kondisi ini membuat petugas kesulitan untuk membagikan ayam potong seharga Rp 13.000 itu. Tetapi warga tidak peduli dengan kondisi tersebut. Mereka terus berdesakan dan semakin banyak. Petugas kepolisian maupun panitia mengimbau agar warga tidak berdesakan. Banyaknya warga yang mengantre membuat panitia akhirnya menambah jumlah ayam yang di bagikan.

Awalnya, jumlah ayam yang akan dibagi sebanyak 1.000 ekor. Kemudian panitia menambah lagi sebanyak 5.000 ekor. Jadi total sebanyak 1.500 ekor ayam hidup.

Meski ditambah, pembagian ayam gratis langsung ludes. Tidak butuh waktu lama bahkan tidak lebih dari satu jam 1.500 ayam sudah ludes. Meski sudah habis, tetapi warga terus berdatangan. Mereka berharap untuk bisa mendapatkan ayam gratis. Tetapi panitia sudah menyampaikan bahwa pembagian ayam dihentikan karena ayam sudah habis.

Kemudian panitia meminta kepada warga yang sudah ada di depan tempat pembagian agar segera membubarkan diri. Namun imbauan tersebut tidak lantas diikuti warga. Mereka masih berdiri dan berdesakan. Panitia pun meminta petugas pembagi ayam untuk meninggalkan lokasi agar warga tidak mengantre.

Salah satu warga Pasarkliwon, Joko, 56, mengaku berhasil mendapatkan ayam setelah mengantre sejak pukul 07.00 WIB. Rencananya, ayam yang didapatkannya dikonsumsi sendiri. "Rencananya buat dikonsumsi bersama dengan cucu," katanya.

Sementara itu, Ketua Pinsar Jateng Parjuni mengatakan, kegiatan dilakukan sebagai bentuk keprihatinan dari para peternak terkait anjloknya harga ayam di pasaran. Dengan pembagian ini diharapkan pemerintah turun tangan untuk mengatasinya.

"Pemerintah jangan kemudian lepas tanggung jawab. Dulu pas harga ayam naik, kami diminta untuk segera menurunkannya. Sekarang pas harga turun, seperti lepas tanggungjawab," tegasnya.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up