JawaPos Radar | Iklan Jitu

Fakta di Balik Kecelakaan Maut Rombongan SMK PGRI 1 Karanganyar

26 September 2018, 20:20:59 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Bus Masuk Jurang
MASUK JURANG: Bus PO Suka Damai yang membawa rombongan siswa dan guru SMK PGRI 1 Karanganyar terjun ke jurang di kawasan Magetan, Jawa Timur, Selasa (26/9). (Istimewa)
Share this

JawaPos.com - Di balik tragedi kecelakaan maut bus pengangkut rombongan siswa dan guru SMK PGRI 1 Karanganyar, Selasa (25/9) terdapat sejumlah fakta yang terungkap. Mulai dari ketidaktahuan sopir bus PO Suka Damai, Agus Riyanto, 41, kondisi bus yang dalam keadaan bagus atau tidak mengalami kerusakan sampai dengan jalur yang selama ini tidak pernah dilewati oleh rombongan SMK PGRI 1 Karanganyar. 

Berikut empat fakta di balik kecelakaan maut tersebut. 

1. Jalur Baru
Kepala SMK PGRI 1 Karanganyar Moh Arobi mengatakan, bahwa jalur tembus Tawangmangu-Sarangan merupakan jalur baru yang pertama kali di lewati oleh rombongan siswa dan guru. Selama ini, SMK PGRI 1 Karanganyar sudah beberapa kali melakukan kunjungan ke Jawa Timur. Akan tetapi, rombongan selalu melewati wilayah Sragen.

Bus Masuk Jurang
DIRAWAT: Sejumlah korban bus maut tengah menjalani perawatan di RSUD Karanganyar, Selasa (25/9). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

"Selama ini kami sudah tiga kali ke Jatim, tapi biasanya lewat Sragen tidak pernah lewat jalur Magetan," terangnya. 

2. Sopir Belum Menguasai Medan

Dalam kecelakaan yang terjadi di kawasan Magetan diduga sang sopir, Agus Riyanto, 41, belum menguasai medan yang dilewati. Sehingga, dirinya tidak bisa mengantisipasi saat jalanan menurun dan terdapat belokan tajam.

Sehingga, bus terlalu mengambil jalur kanan dan akhirnya masuk ke jurang. "Sopir belum mengetahui medan yang dilewatinya. Saat turunan, sopir mengambil jalur terlalu kanan, sehingga saat ada belokan tajam, sudah tidak bisa lagi mengantisipasinya," terang Kasatlantas Polres Magetan, AKP Himawan Setiawan.  

3. Sopir Berusaha Mengerem

Kasatlantas Polres Magetan, AKP Himawan Setiawan memastikan, kondisi bus dalam keadaan baik dan tidak terjadi kerusakan. Bahkan Agus Riyanto yang menjadi sopir bus sempat berusaha mengerem bus yang sudah di luar kendalinya.

Akan tetapi, upaya dari Agus tersebut gagal dan akhirnya bus masuk ke jurang dengan kedalaman lebih kurang 10 meter. "Ada bekas rem di lokasi kejadian, ini memastikan bahwa rem tidak blong dan kondisi bus dalam keadaan baik dengan kata lain tidak ada kerusakan," kata Himawan. 

4. Bus Melaju Pelan

Kecelakaan yang mengakibatkan puluhan siswa dan belasan guru terluka dipastikan bukan karena aksi sopir yang ugal-ugalan. Bahkan menurut penuturan salah satu korban selamat yang juga seorang guru, Rudi Priyanto bus melaju cukup pelan.

Ini dilakukan, karena sopir bus tidak memahami kondisi medan atau jalur yang dilewati. Akan tetapi, meski sudah melaju perlahan insiden masuknya bus ke jurang yang ada di wilayah Magetan tidak bisa terhindarkan. "Bus itu melaju pelan, saat itu saya duduk di barisan depan. Tetapi sopir tidak menguasai medan," ucap Rudi.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up