JawaPos Radar

Usai Dirawat di Tegal, 2 Terduga Penembak Polisi Memilih Pulang Paksa

26/08/2018, 04:30 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penembakan Misterius
ANJING PELACAK: Sejumlah personel Brimob dibantu anjing pelacak tengah melakukan penyisiran di sekitar TKP. (Istimewa)
Share this image

JawaPos.com - Dua orang terduga penembak anggota kepolisian Subdirektorat Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat dikabarkan mampir ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD dr Soesilo, Slawi. Datang untuk tujuan mengobati luka tembak, keduanya sempat mengaku sebagai anggota kepolisian.

Kasubag Umum dan Humas RSUD Dr Soesilo, Darmawan, mengatakan pada mulanya sekitar Sabtu (25/8) pukul 06.30 WIB pagi tadi ada dua orang datang berboncengan menggunakan sepeda motor. Masing-masing meminta dirawat karena mengalami luka tembak pada bagian tubuh.

"Satunya luka tembak di perut, satunya lagi di bahu bagian bawah. Saat kami berikan pertolongan pertama, tiba-tiba mereka menunjukan pistol sejenis revolver gitu," kata Darmawan.

Penembakan Misterius
Berdasarkan data yang diberikan oleh petugas RS, didapati info bahwa dua orang terduga penembak polisi tersebut beralamatkan di Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat dan Padang, Sumatra Barat. (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Pada saat itu juga, lanjut Darmawan, keduanya langsung mengaku kepada petugas yang hendak memberikan pertolongan darurat sebagai anggota Kepolisian Sektor Senen. "Usai mendengar itu, sesuai SOP, kami laporkan segera ke Reskrim Polres Tegal karena membahayakan petugas rumah sakit," sambungnya.

Darmawan melanjutkan, bahwa menilik dari hasil laporan medis, kedua orang itu sesungguhnya dirujuk ke RS Margono, Purwokerto, Jawa Tengah. Akan tetapi, tambahnya, saat hendak diangkut menggunakan ambulan, mereka malah membatalkan niatnya dan langsung meninggalkan lokasi.

"Saat itu, ada satu pengendara motor lain yang sepertinya menjemput mereka berdua. Jadi, ada dua motor yang dibawa kedua pasien saat sebelum dirujuk. Mereka berdua statusnya pulang paksa," jelasnya lagi.

Tak berselang lama, jajaran Reskrim Polres Tegal yang merespon laporan dari pihak rumah sakit langsung mendatangi lokasi untuk dilakukan pemeriksaan. Dan berdasarkan data yang diberikan oleh petugas RS, didapati info bahwa dua orang tadi beralamatkan di Harjamukti, Cirebon, Jawa Barat dan Padang, Sumatra Barat.

Jika menilik jumlah orang yang sempat mendatangi rumah sakit tadi, ditambah dengan satu orang penjemputnya, maka sama dengan pelaku penembakan dua anggota Polantas Polda Jabar. Apalagi, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto sebelumnya juga menyebut bahwa dua anggotanya sempat memberikan tembakan balasan ke arah pelaku, meski tak menyebut peluru mengenai sasaran atau tidak.

Pascadatangnya dua orang mencurigakan tadi, sejumlah jajaran Reskrim Polres nampak Tegal berada di sekitar IGD. Saat dimintai konfirmasi, petugas belum bisa menginformasikan lebih lanjut mengenai maksud kedatangan mereka ke sana.

Diberitakan sebelumnya, dua anggota Polantas Polda Jabar, Aiptu Dodon dan Aiptu Widi mengalami luka di tangan dan dada usai ditembak tiga orang tak dikenal. Keduanya menjadi korban penembakan saat melakukan patroli di kilometer 244 tol Kanci-Pejagan, Cirebon, Kabupaten Jawa Barat, Jumat (24/8) malam.

(gul/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up