JawaPos Radar

Kasus Penembakan Polisi di Tol Kanci-Pejagan

Rumah Terduga Digeledah, Istri dan Ibu Mertua Diamankan

26/08/2018, 17:05 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Penembakan Misterius
Rumah Rajendra Sulitiyanto di RT 05 RW 01 Kanggraksan Utara Kelurahan/Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Rumah terduga pelaku teror penembakan dua orang polisi di Tol Kanci-Pejagan, Rajendra Sulitiyanto digeledah Polisi, Minggu (26/8) sekitar pukul 03.00 WIB. Penggeledahan rumah yang beralamatkan di Kanggraksan Utara RT 05/RW 01 Kelurahan/Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon tersebut dilakukan oleh aparat kepolisian gabungan.

Selain menggeledah rumah terduga pelaku penembakan, polisi juga mengamankan istri pelaku, Nabila dan mertuanya untuk dimintai keterangan.

Ketua RW 01 Kelurahan Kanggraksan Utara, Mayko Anwar membenarkan adanya penggeledahan tersebut. Menurutnya, belasan Tim Densus 88 Antiteror mendatangi rumah Rajendra pada Minggu dini hari. Dia membenarkan bahwa pria 24 tahun itu adalah salah seorang warganya.

Penembakan Misterius
Ketua RW 01 Kanggraksan Utara Kelurahan/Kecamatan Harjamukti Kota Cirebon, Mayko Anwar membenarkan penggeledahan rumah warga. Minggu (26/8) (Wildan Ibnu Walid/JawaPos.com)

Saat penggeledahan berlangsung, dia melihat kepolisian mengamankan istri pelaku dan ibu mertuanya. Kendati demikian, dirinya tidak melihat anggota kepolisian membawa barang bukti lain. Anwar menuturkan, penggeledahan berlangsung kondusif.

"Iya benar, dini hari ada banyak anggota kepolisian menggeledah rumah Rajendra. Benar, dia warga sini sejak 2016 lalu," ujarnya kepada JawaPos.com, Minggu (26/8).

Anwar menjelaskan, Rajendra yang diduga satu dari tiga pelaku teror penembakan dua anggota polisi di tol Kanci-Pejagan tersebut merupakan pekerja penjual gorengan yang biasa mangkal di sekitar Pusat Grosir Cirebon (PGC) Kota Cirebon.

Rajendra yang dikabarkan bertindak sebagai pembawa senpi revolver untuk menyerang dua anggota polisi saat berpatroli tersebut, imbuhnya, bukan asli warga Kanggraksan Kota Cirebon. Melainkan, warga asal Brebes Jawa Tengah. Mayko mengungkapkan, Rajendra memiliki seorang anak berusia enam tahun dan tinggal di rumah mertuanya.

"Rajendra mulai tinggal di Cirebon sejak menikah dengan warga sini 2016 lalu. Baru tiga tahun dia menetap," paparnya.

Informasi yang berhasil dihimpun, Rajendra bersama satu pelaku lainnya bernama Ica Adeboran warga Blok Cilimus, Kelurahan Suniabaru, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Majalengka sempat melarikan diri usai baku tembak di tol KM 244.

Keduanya sama-sama mendapat luka tembak akibat serangan tembakan balasan dari polisi. Rajendra tertembak di bagian perut ulu hati. Sementara Ica mengalami luka tembak di punggung kanan dan di bawah ketiak kiri.

Jejak pelarian pelaku teror penembakan anggota polisi itu terendus saat keduanya berpura-pura menjadi anggota kepolisian untuk berobat di RSUD dr Soeselo, Slawi, Jawa Tengah pada Sabtu (25/8) pukul 06.00 WIB, untuk mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit.

Rencananya, dua pelaku diduga pelaku teror penembakan itu dirujuk ke RS Margono. Namun kedua pasien itu meminta pulang paksa. Hingga saat ini pihak kepolisian masih belum bisa memberikan keterangan terkait perkembangan terakhir peristiwa penembakan kepada dua anggota polisi PJR Ditlantas Polda Jabar tersebut.

(wiw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up